Tragedi di Danau Batur: Pemancing Asal Klungkung Tewas Tersambar Petir, Dua Rekannya Luka-luka

Olah TKP Polisi terkait satu warga meninggal saat memancing dan 2 luka-luka di danau Batur.

BANGLI, KABARBALI.ID – Cuaca ekstrem di kawasan Kintamani memakan korban jiwa. Seorang pemancing berinisial I Wayan Rencana Yasa (37) ditemukan meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang memancing di tepian Danau Batur, tepatnya di Banjar Tirta Husada, Desa Batur Tengah, Bangli, Minggu (8/2/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WITA saat wilayah Batur diguyur hujan lebat. Korban yang berasal dari Banjar Klod, Desa Nyanggelan, Klungkung ini tidak sendirian; ia sedang bersama dua rekannya yang juga menjadi korban luka dalam insiden tersebut.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut. “Benar, terjadi musibah orang meninggal dunia akibat tersambar petir di kawasan Danau Batur,” ujarnya seizin Kapolres Bangli.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, rombongan pemancing yang terdiri dari empat orang ini berangkat dari Klungkung sekitar pukul 09.00 WITA. Mereka tiba di lokasi dan mulai memancing sejak pukul 10.30 WITA.

Memasuki sore hari, cuaca berubah drastis dengan hujan lebat. Tiba-tiba, sambaran petir menghujam area tempat mereka berkumpul. Sambaran tersebut mengenai tiga orang sekaligus.

  • Korban 1 (MD): I Wayan Rencana Yasa meninggal dunia di lokasi kejadian.
  • Korban 2 (Luka): Wayan Wirawan (34) mengalami luka bakar pada tangan kanan, paha, hingga betis kiri.
  • Korban 3 (Luka): Ketut Bagiada (37) mengalami luka pada telapak kaki kiri saat berusaha menolong korban pertama.

Hasil Pemeriksaan Medis

Pihak Dokkes Polres Bangli telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka bakar serius pada leher kanan, kepala belakang, lengan, dada, hingga bagian paha dan betis kanan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka yang dialami murni akibat sambaran petir,” tambah Iptu Ratwijaya.

Sementara itu, dua korban luka lainnya saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Bangli. Untuk jenazah korban meninggal dunia, setelah dilakukan olah TKP, langsung dibawa ke RSUD Klungkung untuk dititipkan sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan otopsi. Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemancing dan wisatawan, untuk lebih waspada dan segera mencari tempat perlindungan yang aman saat hujan lebat disertai petir melanda kawasan terbuka.(Sam-Kab).

kabar Lainnya