BADUNG, KABARBALI.ID – Sebuah insiden kerja maut mengguncang kawasan Desa Adat Denkayu, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Badung. Seorang tukang potong kayu bernama Budi Handoyo (46) tewas setelah terhempas dari pohon pule setinggi kurang lebih 20 meter saat sedang melakukan penebangan, Minggu (8/3/2026).
Video detik-detik jatuhnya korban sempat viral di media sosial, memperlihatkan momen mengerikan saat korban ikut tertarik batang pohon besar yang dipotongnya menuju tanah.
Kronologi: Terbawa Batang Pohon Terakhir
Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama dua rekannya sedang mengerjakan proyek penebangan pohon pule di area Wantilan Pura Dalem Desa Adat Denkayu. Pohon tersebut ditebang berdasarkan kesepakatan warga karena ukurannya yang terlalu besar dan berisiko menimpa bangunan wantilan serta gedung TK saat cuaca buruk.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kesalahan teknis diduga menjadi pemicu utama. Korban yang berada di ketinggian mengikatkan tali pengamannya pada batang pohon yang justru sedang ia potong.
“Kejadiannya pas korban lagi potong batang pohon terakhir di atas, tapi tali pengamannya justru diikatkan ke batang yang mau dipotong itu. Jadi pas batangnya jatuh, korban ikut tertarik tali dan langsung jatuh ke tanah,” ungkap salah satu warga setempat, Senin (9/3/2026).
Dua rekan korban yang berada di bawah sebenarnya telah berusaha mengarahkan jatuhnya batang kayu dengan tali tambang, namun nahas, korban ikut terpental dan menghantam tanah dengan keras.
Meninggal dalam Perjalanan ke RS
Pihak kepolisian dari Polres Badung membenarkan adanya laporan kecelakaan kerja yang menewaskan pria asal Lumajang, Jawa Timur tersebut.
“Kami menerima laporan adanya orang meninggal dunia akibat jatuh dari pohon saat penebangan. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas 1 Mengwi lalu dirujuk ke RS Daerah Mangusada, namun dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Pihak keluarga telah meminta agar jenazah korban segera dipulangkan ke kampung halamannya di Lumajang untuk dimakamkan. Kasus ini kini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keamanan yang ketat dalam pekerjaan berisiko tinggi di wilayah pemukiman maupun area suci. (Gus-Kab).