TRC BPBD se-Bali Turun ke Desa Banjar Bersihkan Sisa Banjir Bandang, 1 Korban Belum Ketemu

Personel TRC BPBD Klungkung saat melakukan pembersihan sisa pohon tumbang dan material lumpur di aliran sungai Desa Banjar, Buleleng, Jumat (13/3/2026). (Foto: Dok. BPBD Klungkung/kabarbali.id)

BULELENG, KABARBALI.ID – Solidaritas penanggulangan bencana ditunjukkan oleh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Pada Jumat (13/3/2026), Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD se-Bali dikerahkan ke Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, untuk mempercepat pembersihan sisa material banjir bandang yang masih menumpuk.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral dan fisik, mengingat masih adanya satu korban jiwa, Putu Wini Lestari (17), yang hingga kini belum ditemukan sejak tragedi banjir pada Jumat (6/3/2026) lalu.

Pembersihan Material Tebal

Masing-masing tim diberikan tugas di titik-titik tertentu yang masih tertimbun material tebal berupa lumpur, kayu, dan sampah.

Kalaksa BPBD Klungkung, I Putu Widiada, yang memimpin langsung 12 personelnya, menyatakan bahwa timnya telah bergerak sejak pagi buta menuju lokasi.

“Kami berangkat pukul 05.00 WITA langsung ke lokasi dan mendapat tugas membersihkan kawasan sungai yang penuh dengan pohon tumbang,” ujar Widiada, Jumat (13/3/2026).

Upaya Pasca-Operasi SAR Resmi Dihentikan

Pengerahan TRC se-Bali ini dilakukan tepat sehari setelah Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Putu Wini Lestari pada Kamis (12/3/2026).

Meskipun operasi resmi berakhir setelah tujuh hari pencarian nihil, keberadaan TRC di lapangan diharapkan dapat membuka kemungkinan ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban saat proses pembersihan material berlangsung.

Kepala Pos SAR Buleleng, Donny Indrawan, sebelumnya menyebutkan bahwa tumpukan material yang sangat tebal menjadi kendala utama dalam pencarian. Pihak keluarga korban pun telah menyatakan keikhlasan dan berencana menggelar upacara pengabenan pada Rabu (25/3/2026) mendatang.

Sebagai informasi, banjir bandang yang menerjang Desa Banjar telah merenggut empat nyawa. Tiga korban lainnya, yakni Dewa Ketut Adi Suarjana (55), Komang Suci (44), dan Kadek Wahyu Gunawan (12), telah ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada awal kejadian. (Sta-Kab).

kabar Lainnya