BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat merespons maraknya alih fungsi lahan yang memicu munculnya lahan kritis. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengajak seluruh Kelompok Tani Subak dan Abian untuk mengambil peran aktif dalam mengelola lahan kritis menjadi area produktif yang bernilai ekonomi tinggi.
Langkah ini dipertegas dalam pembukaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang digelar di Azana Style Hotel Singaraja, Senin (2/3/2026).
Program ini merupakan inisiatif strategis dari Anggota DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, guna mendukung pelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan petani.
Sebagai bentuk aksi nyata, sebanyak 4.000 bibit tanaman produktif dibagikan kepada 10 Kelompok Tani Abian/Subak di Buleleng. Tak tanggung-tanggung, jenis bibit yang diberikan memiliki nilai jual tinggi di pasar, mulai dari Durian Musang King, mangga, jambu kristal, jambu air, nangka, hingga alpukat.
“Banyak lahan pertanian pangan yang beralih fungsi sehingga menurunkan kesuburan tanah. Dengan bantuan ini, kita ingin mengembalikan lahan kritis menjadi produktif kembali,” ujar Bupati Sutjidra di hadapan para petani.
Senada dengan Bupati, Anggota DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama menekankan bahwa konservasi lingkungan tidak boleh mematikan ekonomi rakyat. Sebaliknya, lahan kritis harus dimanfaatkan sebagai senjata melawan kemiskinan.
“Pemerintah daerah harus memberantas kemiskinan, salah satu caranya dengan memanfaatkan lahan kritis menjadi lahan produktif yang menghasilkan komoditas pangan,” ungkap Adi Wiryatama.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat lintas daerah, termasuk Anggota DPRD Buleleng Anak Agung Ketut Widya Putra dan Anggota DPRD Tabanan Putu Yuni Widyadnyani, serta Kepala Balai Pengelolaan DAS Unda Anyar. Sinergi pusat dan daerah ini diharapkan membuat program rehabilitasi lahan di Buleleng berjalan merata dan berdampak nyata bagi dapur warga. (Pro-Kab).