BADUNG, KABARBALI.ID – Kemacetan di wilayah Badung Selatan yang kian menjadi-jadi mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Badung.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya untuk mengebut proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai solusi permanen mengurai kepadatan lalu lintas di pusat pariwisata tersebut.
Adi Arnawa mengakui, lonjakan kunjungan wisatawan saat ini belum sebanding dengan kapasitas infrastruktur jalan yang ada.
“Kemacetan hampir merata di seluruh wilayah Badung, khususnya kawasan destinasi wisata. JLS ini adalah kebutuhan mendesak untuk konektivitas dan distribusi logistik,” ujar Adi Arnawa.
Target Pembebasan Lahan Tuntas April 2026
Sebagai langkah konkret, Dinas PUPR Badung telah menggelar sosialisasi lanjutan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran di Kantor Camat Kuta Selatan, Rabu (21/1/2026).
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, mengungkapkan bahwa proses pengadaan lahan yang sempat tertunda di tahun 2025 kini mulai menemui titik terang. Mayoritas pemilik lahan, termasuk pihak korporasi besar seperti Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau, telah menyatakan dukungan penuh.
“Sesuai arahan pimpinan, pembayaran ganti untung kepada masyarakat ditargetkan tuntas pada April 2026. Dengan begitu, pembangunan fisik tidak akan terhambat dan bisa dimulai pada periode 2026-2027,” kata Teddy.
Jalur Tembus Kampus Unud Jadi ‘Senjata’ Tambahan
Proyek JLS ini nantinya akan membentang sepanjang 12 kilometer, menghubungkan kawasan Pecatu Suluban hingga Jalan Raya Karang Mas Sejahtera. Namun, Bupati Adi Arnawa menyadari bahwa mengarahkan semua kendaraan ke satu titik bisa memicu kemacetan baru.
Untuk mencegah penumpukan kendaraan di Simpang Kali, Bupati telah menyiapkan rencana alternatif. Jalur baru akan dibangun mulai dari pertigaan Wana Giri menuju Jalan Raya Uluwatu dan langsung ditembuskan ke Jalan Kampus Universitas Udayana (Unud).
“Kalau seluruh arus diarahkan ke Simpang Kali, kemacetan baru bisa terjadi. Karena itu, kami siapkan jalur tembus ke Jalan Kampus Udayana agar arus kendaraan terpecah,” pungkasnya. (Kri-Kab).