DENPASAR, KABARBALI.ID – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan fenomena tanah mengeluarkan api di Jalan Badak Agung, Denpasar. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh pihak kepolisian, fenomena tersebut dipastikan bukan merupakan gejala alam, melainkan ulah iseng atau prank manusia.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Ketut Tomiyasa, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh aktivitas pekerja proyek yang sedang melakukan penggalian di lokasi tersebut.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Sarang Semut
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, kejadian bermula saat sejumlah pekerja proyek sedang menggali selokan atau got. Di tengah aktivitas penggalian, para pekerja menemukan sarang semut yang cukup besar di dalam tanah.
Untuk membasmi semut-semut tersebut, salah seorang pekerja menyiramkan bahan bakar jenis Pertalite ke dalam lubang tanah dan kemudian menyulutnya dengan api.
“Tujuannya sebenarnya untuk membasmi semut. Namun, saat api menyala di dalam tanah, mereka menjadikannya bahan candaan seolah-olah tanah tersebut ajaib dan mengeluarkan api sendiri hingga akhirnya viral di media sosial,” ujar Kompol Ketut Tomiyasa, Rabu (1/4/2026).
Saring Sebelum Sharing
Video yang sempat menimbulkan spekulasi di kalangan warganet ini sempat dikaitkan dengan fenomena gas alam hingga hal mistis. Menanggapi keresahan yang sempat muncul, pihak Kepolisian Sektor Denpasar Timur meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam mencerna informasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi viral yang belum jelas sumber dan faktanya. Hal ini penting agar tidak menimbulkan keresahan atau kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat,” tegas Kapolsek.
Saat ini, kondisi di Jalan Badak Agung telah kembali kondusif. Pihak kepolisian juga telah memberikan pembinaan kepada para pekerja proyek agar tidak melakukan tindakan serupa yang dapat memicu disinformasi di ruang publik. (Kri-Kab).