DENPASAR – Mengawali Januari 2026, wajah pariwisata Bali menunjukkan transformasi yang semakin nyata. Tak lagi sekadar mengejar angka kunjungan, Pulau Dewata kini menapaki arah baru dengan mengedepankan narasi Pariwisata Berkualitas, pengembangan destinasi berkelanjutan, serta penguatan sektor kreatif berbasis kearifan lokal.
Rekor Kunjungan Wisman Tembus 7 Juta
Sepanjang tahun 2025, Bali mencatatkan rekor sejarah dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai lebih dari 7,1 juta orang. Capaian ini melampaui rekor tertinggi sebelum pandemi pada 2019 yang berada di angka 6,27 juta kunjungan.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali mencatat adanya penurunan pada segmen wisatawan domestik. Evaluasi menyeluruh pun tengah dilakukan, khususnya terkait aksesibilitas dan ketersediaan penerbangan domestik menuju Bali.
Aturan Baru: Seleksi “Wisatawan Berkualitas”
Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Bali merancang regulasi baru yang lebih selektif bagi wisatawan mancanegara. Salah satu wacana utama adalah penerapan pengecekan kecukupan finansial, termasuk batas minimal saldo tabungan.
Kebijakan ini bertujuan memastikan wisatawan yang datang mampu membiayai perjalanan mereka secara mandiri, mengurangi potensi pelanggaran hukum oleh warga asing, serta meningkatkan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi UMKM dan masyarakat lokal.
Destinasi Hits 2026: Dari Nuanu hingga Sidemen
Tren pariwisata Bali kini bergeser dari identitas “pesta” menuju pencarian pengalaman yang lebih otentik, kreatif, dan bermakna. Sejumlah destinasi pun mencuat sebagai primadona baru:
Nuanu Creative City (Tabanan)
Kawasan kreatif seluas 44 hektare ini memadukan seni futuristik, instalasi interaktif, teknologi ramah lingkungan, dan energi terbarukan. Nuanu menjadi magnet bagi komunitas global, keluarga, dan wisatawan yang mencari pengalaman edukatif.
Sidemen (Karangasem)
Dijuluki sebagai “The Old Ubud”, Sidemen menawarkan ketenangan di tengah sawah terasering dengan latar megah Gunung Agung. Desa ini kian diminati wisatawan pencari suasana alam yang autentik dan jauh dari keramaian.
Icon Bali Mall (Sanur)
Pusat perbelanjaan terbaru ini memadukan merek modern dengan produk UMKM lokal. Selama musim libur Natal dan Tahun Baru, Icon Bali Mall tercatat menarik hingga 40.000 pengunjung per hari.
Tren Wellness dan Regenerative Travel
Konsep wellness tourism dan regenerative travel terus menguat di Bali. Desa Penglipuran, Bangli, kini melangkah lebih jauh dengan mengusung visi sebagai Desa Wisata Regeneratif. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati tradisi, tetapi juga terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan dan budaya.
Di sisi lain, aktivitas wellness seperti sound healing di Ubud, yoga, serta wellness retreat di pesisir Bali Utara tetap menunjukkan tren yang stabil dan diminati pasar global.
Bali, Destinasi Paling Romantis Dunia
Menutup awal tahun dengan prestasi manis, Bali kembali dinobatkan sebagai salah satu Destinasi Paling Romantis di Dunia 2026. Perpaduan sunset di tebing Uluwatu, makan malam romantis di dinner cruise, hingga keindahan bawah laut Pulau Menjangan terus menjadi daya tarik utama bagi pasangan dari berbagai penjuru dunia.
Manfaatkan transportasi digital untuk menghindari kemacetan, khususnya di kawasan padat seperti Canggu dan Uluwatu.
Hormati budaya dan adat setempat dengan mengenakan pakaian sopan (sarung dan selendang) saat berkunjung ke pura.
Eksplorasi Bali Utara dan Timur seperti Buleleng dan Karangasem untuk menikmati keindahan alam yang lebih alami dan bebas dari keramaian massal. (Kab).