KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali terus bergerak memperkuat sinergi dengan pelaku usaha pariwisata di Nusa Penida.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketertiban perizinan, kepatuhan pajak, serta stabilitas keamanan menjelang musim kunjungan wisatawan (high season) tahun 2026.
Kegiatan yang melibatkan unsur Pemda, aparat keamanan, hingga asosiasi pariwisata ini digelar pada Sabtu (28/2/2026) di Caspla Beach Club, Desa Kutampi Kaler. Sebanyak 70 pelaku usaha akomodasi wisata turut hadir dalam pertemuan krusial tersebut.
Digitalisasi Pengawasan Lewat CAKRAWASI dan OGOD
Dalam arahannya, Dirintelkam Polda Bali melalui Kasubdit II, AKBP I Komang Reka Sanjaya, S.H., M.H menegaskan bahwa pesatnya perkembangan Nusa Penida wajib diimbangi pengawasan dan kepatuhan administrasi demi pariwisata berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Klungkung merespons hal ini dengan mengenalkan inovasi digital:
Program CAKRAWASI: Inovasi untuk pengawasan wisatawan.
Aplikasi One Gate One Destination (OGOD): Sistem pengendalian wisatawan berbasis digital.
Sorotan Perizinan dan Pajak Daerah
Meski investasi di Nusa Penida melonjak pada periode 2023–2025, Dinas Penanaman Modal (DPMPTSP) Klungkung menemukan masih ada pelaku usaha yang belum melengkapi izin lanjutan meski sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selain izin, ketertiban pajak juga menjadi sorotan utama. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPD) Klungkung mengingatkan bahwa pajak dari sektor pariwisata Nusa Penida merupakan tulang punggung pembangunan infrastruktur daerah. Pelaku usaha pun diimbau memanfaatkan sistem pembayaran online untuk mendongkrak PAD.
Aksi Nyata di Pantai Crystal Bay
Tak berhenti pada sosialisasi, sinergi ini berlanjut dengan aksi nyata di lapangan pada Minggu (1/3/2026).
Reka Sanjaya yang memimpin langsung aksi bersih-bersih di Pantai Crystal Bay yang melibatkan sekitar 200 peserta.
Selain pembersihan pantai, Polda Bali juga menunjukkan kepedulian sosial melalui:
Penyerahan dana punia untuk pura yang terdampak tanah longsor.
Pemberian bantuan alat-alat kebersihan kepada masyarakat setempat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Polda Bali berharap kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan pengusaha semakin solid demi mewujudkan Nusa Penida yang bersih, aman, dan berkelas dunia. (Sta-Kab).