Watak Kelahiran Soma Keliwon Wayang: Si Halus Budi yang Pandai Memikat Simpati, Namun Rawan ‘Miskom’

Tari legong/gettyimages.

KABARBALI.ID – Senin, 9 Maret 2026, dalam penanggalan Bali jatuh pada Soma Keliwon Wuku Wayang. Bagi masyarakat Bali yang memegang teguh ajaran Wariga, kelahiran hari ini memiliki keunikan tersendiri. Mereka ibarat magnet sosial yang mampu menarik perhatian siapa saja, namun menyimpan tantangan besar dalam urusan komunikasi.

Berdasarkan perhitungan Lintang, Wewaran, hingga Pratiti, berikut adalah bedah karakter bagi mereka yang lahir pada Senin Keliwon Wayang:

Karakter ‘Aras Kembang’: Sang Pemikat yang Pemaaf

Berada di bawah pengaruh Lintang Pedati, kelahiran hari ini dikenal sangat adaptif. Mereka mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi sehingga mudah menarik simpati atau simpati orang di sekitarnya.

Sesuai dengan pararasan Aras Kembang, mereka memiliki daya tarik alami yang kuat, banyak kawan, dan sering kali lebih mengutamakan kepentingan umum dibandingkan urusan keluarga.

“Perilakunya mampu menarik perhatian orang banyak. Namun, dari tindakannya itu pula sering menyebabkan salah paham. Meskipun begitu, ia sosok pemaaf yang amarahnya cepat reda,” ungkap salah satu praktisi wariga saat dihubungi kabarbali.id, Senin (9/3).

Sentuhan Dewa Sri: Halus tapi Berwibawa

Dari sisi Wuku (Wayang), kelahiran ini berada di bawah naungan Dewa Sri. Hal ini memberikan pengaruh pada kepribadian yang halus, peka, dan tutur bahasa yang sangat menarik.

Meskipun terlihat lembut, mereka memiliki wibawa yang cukup kuat. Perintahnya yang disampaikan dengan cara halus biasanya sangat sulit untuk dibantah oleh orang lain. Sifatnya yang suka menolong dan pandai bergaul menjadikannya sosok yang disenangi di lingkungan kerja maupun sosial.

Potensi Rezeki dan Karier

Menurut pengaruh Pratiti Jati, kelahiran ini memiliki masa depan yang cukup cerah dalam urusan finansial.

 Kontradiksi Pisces dan Satria Wirang

Bagi yang lahir pada 9 Maret, secara astrologi masuk dalam zodiak Pisces. Meski ramah dan tidak egois, terkadang timbul pertentangan batin yang kuat dalam diri mereka.

Hal ini dipertegas oleh Pancasuda Satria Wirang. Ada kecenderungan sifat pemalu atau pemarah yang muncul tiba-tiba. Salah satu tantangan terbesarnya adalah: meskipun sudah berbuat baik, terkadang hasilnya tetap dipandang buruk oleh orang lain jika tidak dibarengi dengan pengendalian diri yang kuat. (Kab). 

kabar Lainnya