DENPASAR, KABARBALI.ID – Kabar duka menyelimuti dunia pers dan penyiaran di Pulau Dewata. Wayan Suyadnya (61), wartawan senior yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali serta Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, dilaporkan tutup usia pada Jumat (20/3/2026).
Redaksi kabarbali.id mengucapkan turut berdukacita dan berdoa diberikan tempat terbaik di sisi Nya.
Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.29 WITA di RS Bali Mandara akibat sakit jantung. Kepergian sosok yang dikenal lugas dan berintegritas ini menjadi kehilangan besar bagi insan pers di Bali.
Sosok Mentor yang Tegas dan Bijaksana
Ketua JMSI Bali, Nyoman Ady Irawan, menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya sang pembina. Menurutnya, Wayan Suyadnya bukan sekadar pengurus organisasi, melainkan figur yang memberikan arah jernih bagi eksistensi media siber di Bali.
“Almarhum adalah sosok bijaksana. Pemikirannya jernih, sikapnya lugas dan tegas, serta perannya telah berkontribusi besar dalam membangun JMSI Bali. Kami sangat kehilangan sosok mentor yang konsisten menjaga idealisme,” ujar Ady Irawan dalam keterangan resminya, Sabtu (21/3/2026).
Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 6 Oktober 1965, perjalanan jurnalistik Wayan Suyadnya dimulai di harian Bali Post pada awal era 1990-an. Kariernya yang moncer membawanya bertugas di berbagai dinamika pers, mulai dari peliputan di lapangan hingga menduduki posisi strategis di lembaga penyiaran.
Selama berkiprah, ia dikenal sebagai jurnalis yang berani menyuarakan kebenaran. Di JMSI Bali, almarhum aktif mendorong penguatan profesionalisme media digital agar tetap memegang teguh kode etik jurnalistik di tengah gempuran arus informasi yang cepat.
Kepergian beliau meninggalkan duka bagi seluruh anggota JMSI Bali dan rekan sejawat di KPID Bali. Namun, nilai-nilai profesionalitas dan dedikasi yang ia tanamkan diharapkan tetap menjadi api semangat bagi generasi muda jurnalis Bali.
“Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkas Ady Irawan.(Kri-Kab).