KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Sektor pertanian di Kabupaten Klungkung kembali menjadi sorotan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Klungkung yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Klungkung, I Wayan Widiana, menemukan fakta memprihatinkan terkait akses infrastruktur tani saat menggelar reses di Desa Adat Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (14/2/2026).
Widiana mengungkapkan, dari serapan aspirasi masyarakat, terdapat total 6 kilometer badan jalan usaha tani (JUT) di Subak Anjingan yang kondisinya sangat tidak layak, terutama saat musim penghujan.
Jalur utara sepanjang 2 km dan jalur selatan sepanjang 4 km saat ini sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen karena rusaknya badan jalan.
“Saya sangat konsen dengan usulan JUT ini. Kasihan petani kita, apalagi saat hujan seperti sekarang, akses jalan yang layak itu sangat terasa sekali kebutuhannya. Kalau jalannya bagus, semangat petani mengelola lahan pasti meningkat,” tegas Widiana yang pengalaman di usaha tani ini.
Sebagai pimpinan HKTI, Widiana mengkritik sikap pemerintah yang dinilai lebih memprioritaskan infrastruktur umum seperti air dan jalan raya, namun kerap mengesampingkan jalan persawahan.
Ia berjanji akan mengawal usulan ini agar masuk dalam skala prioritas anggaran berikutnya demi menjamin kedaulatan pangan di Banjarangkan dan Klungkung umumnya. (Sta-Kab).