

BADUNG , KABARBALI.ID– Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi tinggi semangat kebersamaan dan tradisi gotong royong krama Desa Adat Punggul dalam melaksanakan swadharma agama. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Puncak Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya (Nyekah dan Metatah Masal) di Balai Budaya Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (9/10/2026).
Hadir mendampingi dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini, anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, serta Perbekel Desa Punggul Kadek Sukarma. Prosesi sakral ini dipuput oleh Ratu Pedanda Griya Gede Punggul, Ratu Pedanda Griya Gede Sangeh, Ratu Pedanda Griya Padang Kerta Punggul, serta Walaka Sami.
Setibanya di lokasi, Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau langsung tempat sawa dan menyerahkan secara simbolis bantuan dana stimulan dari Pemerintah Kabupaten Badung kepada Prawartaka Karya, I Gusti Ngurah Wedastra, senilai lebih dari Rp 199 juta.
Dalam sambramanya, Wabup Bagus Alit Sucipta menilai pelaksanaan karya secara massal dan bersama-sama ini tidak hanya wujud bakti kepada leluhur, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan menyama braya di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi semangat kebersamaan krama Desa Adat Punggul dalam melaksanakan Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya ini. Selain sebagai wujud bakti kepada leluhur dan pelaksanaan kewajiban adat serta agama, karya yang dilaksanakan secara bersama-sama juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan menyama braya di tengah masyarakat,” ujar Bagus Alit Sucipta.
Ia berpesan agar nilai-nilai luhur tersebut terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar persatuan dan keharmonisan masyarakat Bali tetap terjaga.
Sementara itu, Prawartaka Karya sekaligus Bendesa Desa Adat Punggul, I Gusti Ngurah Wedastra, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung atas dukungan penuh yang diberikan. Ia melaporkan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 26 September 2026, dengan jumlah peserta meliputi 21 sawa untuk Atma Wedana dan 18 orang peserta upacara metatah. (Gus-Kab).