Ala-Ayuning Dewasa Senin 19 Oktober 2026 : Baik untuk Memulai Usaha dan Pertanian, Hindari Upacara Utama dan Atiwa-tiwa

Aktifitas menanam padi

KABARBALI.ID  – Dalam penanggalan tradisional Bali dan perhitungan wariga, penentuan hari baik atau ala-ayuning dewasa memegang peranan penting bagi masyarakat Hindu di Bali dalam merencanakan berbagai kegiatan sehari-hari. Untuk hari Senin, 19 Oktober 2026, terdapat sejumlahpaduan hari baik dan larangan yang perlu diperhatikan sebelum memulai suatu pekerjaan.

Berdasarkan kalender wariga, hari tersebut dinaungi oleh sejumlah dewasa ayu yang sangat mendukung sektor usaha dan agraris. Di antaranya adalah Amertayoga yang baik untuk membangun, mencari pengupa jiwa (nafkah), serta memulai suatu usaha atau perusahaan (Alahing dewasa 3). Selain itu, terdapat Catur Laba yang baik untuk bepergian menuju arah utara serta pelaksanaan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya (Alahing dewasa 4).

Bagi masyarakat yang berkecimpung di bidang pertanian, hari ini juga bertepatan dengan Dewasa Tanian yang baik untuk mulai menanam dan merintis usaha pertanian (Alahing dewasa 2), serta Pepedan yang sangat baik untuk membuka lahan pertanian baru, meskipun di sisi lain dianjurkan menghindari pembuatan peralatan dari besi (Alahing dewasa 3).

Peringatan dan Larangan (Dewasa Ala)

Kendati memiliki sejumlah kebaikan untuk usaha dan pertanian, masyarakat diimbau untuk berhati-hati karena terdapat beberapa päntangan atau dewasa yang kurang baik (alah). Di antaranya adalah Purwanin Dina yang dinilai tidak baik sebagai dewasa ayu (Alahing dewasa 4), serta Gagak Anungsang Pati yang pantang digunakan untuk melaksanakan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa (Alahing dewasa 2).

Selain itu, Kala Dangastra tidak baik untuk memulai pekerjaan penting atau melakukan upacara (gawe ayu), meskipun cukup baik untuk membangun tembok pekarangan maupun membuat alat penangkap ikan. Begitu pula dengan Kala Empas Turun yang tidak baik untuk kegiatan membangun maupun memetik buah-buahan, namun baik untuk menanam umbi-umbian.

Pengaruh Pararasan, Pancasuda, hingga Pratiti

Dalam aspek karateristik hari, kelahiran atau momentum pada hari ini dipengaruhi oleh Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Buat Astawa, serta Pratiti: Sadayatana, yang melengkapi dinamika energi spiritual dan kosmologis pada hari Senin tersebut. (Kab/Red).

kabar Lainnya