Antisipasi 1,1 Juta Pemudik, Bandara Ngurah Rai Siapkan Mitigasi Cuaca Ekstrem

Petugas gabungan saat apel pembukaan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2026 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Jumat (13/3/2026).

BADUNG, KABARBALI.ID – Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, resmi mengoperasikan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2026 mulai Jumat (13/3/2026). Posko yang akan bertugas selama 18 hari ke depan ini dipersiapkan untuk melayani lonjakan pergerakan penumpang yang diprediksi mencapai 1,1 juta orang selama periode mudik dan balik.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi untuk menjaga standar layanan dan keamanan fasilitas bandara.

“Kami memproyeksikan ada sekitar 6.742 pergerakan pesawat. Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, sejauh ini sudah ada 401 pengajuan penerbangan tambahan (extra flight) dari berbagai maskapai,” ujar Nugroho Jati.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Manajemen bandara memperkirakan puncak arus keberangkatan akan terjadi pada H-3 Lebaran, yakni Rabu (18/3/2026), dengan estimasi 71 ribu penumpang dalam sehari. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 Lebaran atau Sabtu (28/3/2026) dengan jumlah mencapai 73 ribu penumpang.

Adapun rincian extra flight mencakup 390 rute domestik dan 11 rute internasional, yang menambah ketersediaan lebih dari 74 ribu kursi penerbangan.

Atensi Khusus: Cuaca Ekstrem dan Nyepi

Selain kepadatan penumpang, otoritas bandara memberikan atensi khusus pada potensi cuaca ekstrem dan kemacetan di akses masuk bandara. Posko Lalu Lintas juga disiagakan di Simpang AirNav dengan melibatkan personel gabungan dan mobil derek.

Satu hal yang menjadi catatan penting bagi calon penumpang adalah penutupan operasional bandara selama Hari Raya Nyepi. Bandara Ngurah Rai akan berhenti beroperasi sementara pada Kamis (19/3) pukul 06.00 WITA hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.

“Kami mengimbau penumpang memperhitungkan waktu perjalanan dan tiba lebih awal. Pastikan kembali jadwal penerbangan Anda, mengingat operasional bandara tutup saat Nyepi, kecuali untuk penerbangan darurat seperti evakuasi medis,” tutur Nugroho.

Sebanyak 2.598 personel internal maupun eksternal dari TNI AU, Polri, hingga Basarnas disiagakan penuh guna menjamin kelancaran masa angkutan Lebaran yang berdekatan dengan momen sakral umat Hindu di Bali tersebut. (Gus-Kab).

kabar Lainnya