KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Arus dukungan terhadap Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, untuk menahkodai KONI Provinsi Bali tak terbendung.
Dalam ajang silaturahmi yang digelar di Klungkung, Sabtu (7/3/2026), seluruh KONI Kabupaten/Kota serta 63 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga se-Bali secara aklamasi menyatakan dukungan resmi.
Keputusan bersejarah ini praktis menjadikan Giri Prasta sebagai calon tunggal dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) yang akan digelar di Denpasar, 23 Maret mendatang.
Ketua Umum KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika, yang memandu acara mengungkapkan bahwa dinamika pemilihan mendadak mencair. Dari awalnya terdapat tiga kandidat, kini menyisut menjadi satu nama setelah dua calon lainnya memilih mundur dan memberikan apresiasi kepada Giri Prasta.
Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, selaku pemrakarsa dukungan, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar lisan. Surat dukungan resmi yang telah bercap dan bermaterai dari masing-masing pemilik suara sudah terkumpul.
“Sosok Giri Prasta adalah figur ideal saat ini. Beliau memiliki koneksi kuat ke sektor swasta, sehingga masa depan olahraga di Bali bisa lebih cerah dan mandiri secara pendanaan,” ungkap Gung Anom.
Meski Musprov belum resmi digelar, pertemuan di Klungkung ini juga menjadi ajang “curhat” bagi para pengurus cabor. Keluhan klasik mulai dari minimnya dana, kurangnya sumber daya, hingga fasilitas yang tidak memadai mencuat ke permukaan.
Sebelumnya,Wabup I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmennya untuk melakukan revolusi total pada wajah olahraga Bali. Ia menekankan bahwa prestasi nasional mustahil diraih tanpa fasilitas yang representatif.
“GOR perlu direnovasi agar lebih representatif. Kita harus menyediakan fasilitas yang baik, seperti tribun yang melingkar dan dilengkapi berbagai outlet penunjang,” tegas Giri Prasta.
Tak hanya fokus pada fisik bangunan, Wagub Giri Prasta juga menjanjikan penerapan Sport Science sebagai standar baru pembinaan atlet di Pulau Dewata. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap hasil PON sebelumnya, mulai dari sistem pelatihan hingga kesiapan venue.
“Kita harus membawa prestasi olahraga Pulau Dewata ke level yang lebih tinggi dengan sains dan fasilitas modern,” pungkasnya. (Sta-Kab).