KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kawasan pariwisata Nusa Penida tengah dipersiapkan menjadi model pengembangan energi bersih di wilayah kepulauan. Hal ini dipertegas melalui penyelenggaraan Mini Expo Electrifying Lifestyle oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali di Nusa Penida, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan gaya hidup berbasis listrik sekaligus mempercepat transisi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik (EV) bagi masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Nusa Penida.
Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menjelaskan bahwa Nusa Penida memiliki posisi strategis untuk menunjukkan komitmen Bali dalam pengembangan energi bersih.
“Kami ingin mendorong percepatan pemanfaatan kendaraan listrik sekaligus membangun ekosistem electrifying lifestyle bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat di wilayah kepulauan ini,” ujar Imadya.
Edukasi dan Test Drive
Dalam acara tersebut, masyarakat tidak hanya diberikan edukasi teoretis, tetapi juga kesempatan melakukan test drive berbagai jenis kendaraan listrik. Selain itu, digelar pula demo memasak menggunakan kompor induksi sebagai bagian dari kampanye efisiensi energi rumah tangga.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak mulai dari komunitas ADAMOLIS, penyedia kendaraan listrik seperti PT Percik Daya Nusantara dan PT Electra Auto Indonesia, hingga komunitas ojek pelabuhan dan pelaku usaha rental motor lokal.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung, A. A. Gede Putra Wedana, menyambut positif langkah PLN tersebut. Menurutnya, penggunaan transportasi listrik sangat relevan dengan visi pariwisata berkelanjutan di Nusa Penida.
“Ini langkah penting untuk mendorong transportasi ramah lingkungan. Kami mengapresiasi PLN yang membawa edukasi ini langsung ke tengah masyarakat kepulauan,” kata Putra Wedana.
Sinergi ini juga didukung oleh subholding PLN, yakni PLN ICON Plus dan PLN Electricity Services, guna memastikan infrastruktur pendukung seperti ketersediaan daya dan jaringan pengisian daya tetap optimal. Melalui kolaborasi ini, Nusa Penida diharapkan dapat segera mewujudkan ekosistem transportasi hijau yang mendukung kelestarian alam pulau tersebut. (Sta-Kab).