

BADUNG , KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung terus memperkuat benteng pertahanan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) berbasis pendekatan kearifan lokal di SMP Negeri 5 Abiansemal, Badung, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan edukatif bertajuk “Informasi dan Edukasi Melalui Pagelaran Seni Budaya P4GN, Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Bebas Narkoba, Berbudaya dan Berdaya Saing” tersebut dihadiri langsung oleh Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Acara yang memadukan pementasan tarian tradisional, tabuh gamelan, dan teater kreatif ini diikuti dengan antusias oleh ratusan siswa, jajaran pimpinan BNNK Badung, Kesbangpol Badung, para tenaga pendidik, serta pengurus sekolah.
Dalam sambutannya, Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi tinggi kolaborasi pihak sekolah dan instansi terkait. Menurutnya, pemanfaatan seni budaya lokal merupakan instrumen paling efektif untuk membentuk imunitas sosial dan karakter tangguh para remaja.
“Seni dan budaya adalah warisan paling berharga yang kita miliki di Bali. Ketika kita mencintai budaya, kita sedang membangun fondasi karakter yang kuat. Karakter yang kokoh inilah yang akan melindungi anak-anak kita dari godaan narkoba. Masa depan yang cerah dimulai dari diri yang sehat, bebas narkoba, dan berbudaya luhur,” tegas Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Nyonya Rasniathi menambahkan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus memegang peran sentral sebagai benteng pertahanan utama dalam memitigasi bahaya laten narkotika.
Guna memastikan keberlanjutan pesan-pesan pencegahan, ia mendorong sinergi yang solid dan konsisten antara jajaran pendidik, lingkungan keluarga, serta elemen masyarakat luas.
Melalui pendekatan seni yang interaktif ini, materi P4GN diharapkan dapat diserap dengan mudah dan tertanam kuat dalam sanubari para siswa di Badung, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang cerdas, berkarakter luhur, dan bebas dari bahaya narkoba. (Gus-Kab).