

DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca serta peringatan dini gelombang tinggi untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali pada Rabu, 14 Oktober 2026. Sebagian besar wilayah Bali didominasi cuaca cerah hingga berawan, namun masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan pelaut, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut tinggi.
Berdasarkan data prakiraan cuaca harian, kondisi cuaca di berbagai kabupaten/kota di Bali bervariasi:
Kota Denpasar: Cerah dengan suhu berkisar 26–32 °C dan kelembapan udara 67–86%.
Badung & Jembrana: Cerah, dengan suhu di Badung 25–31 °C (kelembapan 56–87%) dan Jembrana 24–30 °C (kelembapan 65–95%).
Klungkung & Buleleng: Cerah, dengan suhu Klungkung 27–32 °C (kelembapan 61–82%) dan Buleleng 26–31 °C (kelembapan 56–85%).
Tabanan & Gianyar: Berawan, dengan suhu di Tabanan 25–31 °C dan Gianyar 25–31 °C.
Bangli & Karangasem: Cerah berawan, dengan suhu Bangli 21–30 °C (kelembapan 37–98%) serta Karangasem 23–30 °C (kelembapan 50–96%).
Selain dinamika cuaca darat, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai 14 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA hingga 17 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.
Pola angin permukaan di wilayah perairan utara Bali umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 knot. Sementara itu, di perairan selatan Bali, angin bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 4 hingga 20 knot.
Kondisi tersebut memicu gelombang laut dalam kategori Tinggi (2,5 hingga 4 meter) yang melanda 4 wilayah perairan utama, yakni:
Selat Bali Bagian Selatan
Perairan Selatan Pulau Bali
Selat Badung
Selat Lombok Bagian Selatan
Selain itu, gelombang dengan kategori Sedang (1,25 hingga 2,5 meter) juga terpantau di 2 wilayah perairan, yaitu Perairan Utara Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Utara.
Masyarakat, nelayan, serta pelaku usaha wisata bahari diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG serta senantiasa mengutamakan faktor keselamatan pelayaran di tengah potensi gelombang tinggi tersebut. (Kab/Red).