

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Dua musibah maut yang menewaskan wisatawan mancanegara (wisman) secara beruntun di Nusa Penida memicu keprihatinan serius. Anggota DPRD Kabupaten Klungkung dari Fraksi Gerindra, I Wayan Suarta, mendesak Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk memperketat sistem pengawasan dan memaksimalkan penyiapan petugas penyelamat pantai (lifeguard) di destinasi rawan.
Desakan tersebut menyusul dua insiden tragis yang terjadi pekan lalu. Pada Sabtu (12/9/2026), wisatawan asal Australia, Cronin Brianna Lani, tewas usai jatuh dari tebing terjal kawasan Kelingking Beach, Desa Bungamekar. Sehari berselang, Minggu (13/9/2026), wisman asal Inggris, Archibald Frederick Taylor, tenggelam saat berenang di pantai Crystal Bay, Desa Sakti.
“Dengan ramainya kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut harus dibarengi dengan pengawasan supaya tidak ada korban jiwa. Kejadian seperti ini tidak hanya sekali terjadi, bahkan sering,” tegas Suarta, Senin (14/9/2026).
Legislator asal Desa Sekartaji ini menekankan bahwa pesatnya pertumbuhan pariwisata kepulauan Nusa Penida wajib diimbangi dengan jaminan keselamatan yang memadai, terutama di objek wisata berkarakter geografis ekstrem seperti pesisir tebing dan perairan berarus deras.
Selain penyiapan lifeguard, Suarta menyoroti rumitnya medan evakuasi di Kelingking Beach yang kerap memperlambat pertolongan darurat akibat jalur tebing yang curam. Ia mendorong agar proyek fasilitas lift kaca (glass elevator) di Kelingking Beach dapat segera dituntaskan dan dioperasikan.
“Jadi dengan demikian maka proses evakuasi bisa cepat dilakukan,” ujarnya.
Ia berharap pengelolaan pariwisata di Nusa Penida tidak sekadar mengejar angka jumlah kunjungan, melainkan menempatkan standar keselamatan dan kenyamanan wisatawan sebagai prioritas utama. (Sta-Kab).