Rasniathi Adi Arnawa Resmi Dilantik Jadi Duta Budaya dan Ketua Pakis MDA Badung Masa Bakti 2026–2031

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa resmi dilantik sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Pakis MDA Kabupaten Badung di Kantor MDA Kabupaten Badung, Minggu (11/10).

BADUNG, KABARBALI.ID – Nyonya Rasniathi Adi Arnawa resmi mengemban dua peran penting dalam penguatan dan pelestarian adat di Kabupaten Badung. Ia dilantik sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung untuk masa bakti 2026–2031.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dalam rangkaian upacara mejaya-jaya di Kantor MDA Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026). Pelantikan Rasniathi sebagai Duta Budaya dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Badung, Luh Suryaniti, mewakili Bupati Badung. Sementara pengukuhan prajuru Pakis, Pasikian Pecalang, dan Pasikian Yowana MDA Kabupaten Badung dipimpin langsung oleh Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana.

Usai prosesi, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan komitmennya untuk ngayah dan mengabdi penuh kepada masyarakat desa adat di Kabupaten Badung melalui amanah baru yang diembannya.

“Kami akan semaksimal mungkin melakukan dan mengerjakan tugas-tugas serta menjalankan fungsi kami di desa adat. Kami akan ngayah di Badung, baik sebagai Pakis maupun sebagai Duta Budaya. Kami semua mengabdi untuk kemajuan Badung yang kita cintai bersama,” tegas Rasniathi Adi Arnawa.

Memperkuat Eksistensi Pakis dan Peran Generasi Muda

Ia berharap momen pelantikan ini dapat menjadi titik balik untuk menguatkan eksistensi serta kontribusi Pakis agar manfaatnya dirasakan secara meluas oleh krama istri di tingkat desa adat.

“Harapan kedepannya, Pakis Kabupaten Badung bisa lebih terdengar gaungnya. Kami akan semaksimal mungkin menjalankan tugas dan fungsi kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, I Ketut Nuridja, menjelaskan bahwa pengukuhan bersama tiga pasikian (Pakis, Pecalang, dan Yowana) merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan MDA Badung sekaligus memacu partisipasi generasi muda dalam membentengi tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali di tengah era modernisasi.

Sinergi Majelis Adat dan Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana, berharap sinergi antara lembaga majelis adat dan pemerintah daerah senantiasa terjaga demi kelancaran program-program pembangunan berbasis desa adat.

“Semoga kedudukan dan kehadiran Bapak/Ibu di tempat ini berkenan untuk membimbing kami, agar berguna dalam mendampingi desa adat serta selaras dengan pelaksanaan serta ketentuan program kerja pemerintah. Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa menyertai jagat Badung, jagat Bali, dan semuanya,” tutur Ida Bagus Gede Widnyana.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Badung, serta jajaran perwakilan PHDI, Listibiya, Widyasaba, dan prajuru MDA kecamatan se-Kabupaten Badung. (Gus-Kab).

kabar Lainnya