
KABARBALI.ID, GIANYAR – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, melakukan rotasi besar terhadap jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Rotasi ini dilaksanakan di Taman Maheswara, Kantor Bupati Gianyar pada Jumat (29/8/2025).
Rotasi mencakup pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, pengukuhan pejabat administrator dan pengawas pada Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta penyerahan Surat Keputusan Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Salah satu nama yang mendapat sorotan dalam rotasi kali ini adalah Ida Ayu Surya Adnyani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Gianyar. Dayu Surya yang notabene istri Bupati Mahayastra ini resmi diangkat menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gianyar.
Dengan jabatan barunya sebagai pejabat eselon II.b, ia kini bertanggung jawab mengoordinasikan kebijakan strategis di sektor ekonomi dan pembangunan.
Meski begitu, penunjukan ini tetap mengikuti mekanisme rotasi jabatan dan kebutuhan pengisian struktur birokrasi yang lebih optimal. Ida Ayu sebelumnya telah menjabat sebagai kepala OPD dan dinilai memiliki pengalaman manajerial yang cukup panjang di lingkungan Pemkab Gianyar.
Pejabat Lain yang Dirotasi
Beberapa pejabat lainnya yang juga mendapat rotasi posisi antara lain:
Ni Luh Gede Eka Suary → Kepala DPMPTSP
I Wayan Arthawan → Kepala Dinas Perhubungan
I Made Arianta → Kepala Bappeda
Anak Agung Gde Raka Suryadiputra → Kadis Perindag
Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu → Kadis Sosial
Anak Agung Putrawan → Kadis Koperasi dan UMKM
I Wayan Arsana → Kepala DLH
Ni Made Mirnawati → Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan
I Dewa Gede Putra Amarta → Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum
I Gede Suardana Putra → Kadisnaker
I Gusti Agung Sri Widiawati → Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan
Bupati Mahayastra menyampaikan bahwa rotasi ini merupakan langkah mendesak karena banyaknya posisi kosong akibat pensiun, dan selama hampir tiga tahun Pemkab Gianyar belum melakukan mutasi.
“Hampir 2 tahun lebih, bahkan mungkin 3 tahun, kita tidak pernah melakukan mutasi. Saya masih ingat, terakhir itu menjelang akhir periode pertama saya. Jadi pengisian ini suatu hal yang mendesak karena akan sangat berat bagi saudara-saudara kalau satu orang harus memimpin dua lembaga,” ujar Mahayastra.
Bupati menambahkan bahwa rotasi akan dilanjutkan dengan lelang jabatan untuk OPD yang belum memiliki pimpinan definitif. Ia juga menekankan pentingnya penyusunan rencana kerja dan kalender kerja yang selaras dengan RPJMD Gianyar 2025–2030 serta visi misi kepemimpinan daerah.
“Saya tekankan perlunya loyalitas, waktu, dan pikiran Saudara untuk menjalankan visi misi yang telah dirancang. Jangan sampai terjadi kebiasaan masa lalu, semuanya terlambat padahal bisa kita mulai jauh-jauh hari,” tegasnya. (Kri/Kab).