Setahun Pengabdian Satria-Tjok Surya: Infrastruktur Digas, Adat Budaya Dijaga

Bupati dan wakil Bupati Klungkung melakukan pemantauan pembangunan proyek di masa satu tahun kepemimpinan nya.

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Tepat hari ini, Jumat (20/2/2026), kepemimpinan Bupati Klungkung I Made Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra genap memasuki usia satu tahun.

Dalam waktu singkat, duet ini langsung tancap gas merealisasikan janji kampanye yang berfokus pada layanan publik dan kesejahteraan masyarakat Bumi Serombotan.

Meski baru setahun, sejumlah proyek strategis di daratan maupun kepulauan Nusa Penida mulai menampakkan hasil nyata.

Sektor infrastruktur menjadi sorotan utama sepanjang 2025. Di Nusa Penida, akses menuju destinasi kelas dunia dipermak habis.

Mulai dari perbaikan ruas jalan utama Sebunibus, penanganan senderan jebol menuju Crystal Bay, hingga pembukaan badan jalan baru menuju Broken Beach yang dijadwalkan rampung diaspal tahun ini.

Tak berhenti di sana, akses vital menuju Kelingking, Penutuk, hingga ruas Sedehing–Sekartaji juga masuk dalam daftar perbaikan.

Jembatan Kuning yang ikonik penghubung Nusa Lembongan dan Ceningan pun tak luput dari pemeliharaan rutin.

Revolusi Kesehatan & Pendidikan

Di bidang kesehatan, Satria-Tjok Surya membawa RSUD Gema Santi naik kelas dengan pembangunan gedung VIP dan Kelas I.

Untuk masyarakat kepulauan, pembangunan ruang bersalin di Puskesmas II Jungut Batu dan Pustu Desa Lembongan menjadi bukti nyata pemerataan layanan.

“Kami juga menambah ruang hemodialisis (cuci darah) di RSUD Klungkung dan memastikan program UHC (Universal Health Coverage) tetap berjalan lewat kerja sama BPJS, agar tak ada warga yang tak bisa berobat,” tegas Bupati Satria dalam rangkuman capaian setahunnya.

Di sektor pendidikan, pembangunan gedung TK Negeri dan rehabilitasi ruang kelas dilakukan secara masif demi kenyamanan siswa belajar.

Solusi Air Bersih & Sampah

Masalah klasik di kepulauan, yakni air bersih dan sampah, mulai menemukan titik terang.

Pemasangan jaringan air teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Desa Jungut Batu kini mampu mengolah air laut menjadi air siap konsumsi.

Sementara untuk sampah, pengoptimalan TOSS Center Karangdadi diperkuat dengan pembangunan TPST Jungut Batu dan TPST Biaung yang dilengkapi mesin pengolahan modern.

Keberpihakan pada Adat: Subsidi
Ngaben hingga Ogoh-ogoh

Satu hal yang paling dirasakan masyarakat adalah lonjakan bantuan sosial berbasis kearifan lokal.

Santunan Pitra Bakti: Naik 100%, dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta.

Subsidi Ngaben Massal: Bantuan Rp5 juta per sawa (maksimal Rp150 juta per kegiatan).

Insentif Ogoh-ogoh: Memasuki 2026, setiap Sekaa Teruna yang membuat ogoh-ogoh disuntik dana Rp5 juta.

“Berbagai program ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan pembangunan yang berkeadilan.

Infrastruktur penting, tapi menjaga jati diri budaya Klungkung adalah harga mati,” pungkasnya. (Sta-Kab).

kabar Lainnya