Telorkan Inovasi SIGAP DEWA, Cara Sekretariat DPRD Badung Reformasi Sistem Kerja

Sekretaris DPRD Kabupaten Badung, Dr. I Gde Surya Kurniawan, SSTP., M.Si., foto dok istimewa/kabarbali.id

BADUNG, KABARBALI.ID  – Transformasi digital di sektor pemerintahan dinilai tidak cukup hanya dengan memindahkan pekerjaan manual ke perangkat elektronik semata.

Perubahan yang hakiki menuntut adanya integrasi proses kerja, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan basis data yang akurat, serta kultur organisasi yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil.

Menjawab tantangan tersebut, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung berinovasi dengan mengembangkan SIGAP DEWA (Sistem Integrasi Governance, Administrasi dan Pelayanan Digital untuk Ekosistem Wujud Aspirasi).

Sistem ini dirancang sebagai instrumen tata kelola modern yang mengintegrasikan aspek administrasi, pelayanan publik, pengelolaan data, hingga penyerapan aspirasi masyarakat secara terpadu.

Inovasi strategis ini dikembangkan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Badung, Dr. I Gde Surya Kurniawan, SSTP., M.Si., sebagai bagian dari Rancangan Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Tahun 2026.

Kehadiran SIGAP DEWA diarahkan untuk mengubah cara kerja organisasi dari birokrasi yang berjalan terkotak-kotak (silo) menuju tata kelola yang terintegrasi, transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Peran Strategis Sekretariat DPRD dan Pembenahan Sistem Kerja

Sekretariat DPRD memegang peranan krusial dalam menopang seluruh tugas dan fungsi legislatif—mulai dari fasilitasi administrasi, pengelolaan anggaran, pelayanan prima bagi Pimpinan dan Anggota DPRD, hingga koordinasi lintas instansi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kompleksitas tugas ini menuntut standar pelayanan yang konsisten, alur dokumen yang tertib, serta ketersediaan informasi yang mudah ditelusuri.

Melalui pendekatan SIGAP DEWA, transformasi digital diletakkan bukan sekadar sebagai proyek pembangunan aplikasi semata, melainkan sebagai upaya menyeluruh untuk membenahi sistem kerja birokrasi. Teknologi difungsikan sebagai katalisator untuk mendongkrak efektivitas proses bisnis, sementara tata kelola yang baik, kompetensi aparatur, serta kolaborasi lintas sektor tetap diposisikan sebagai fondasi utamanya. (Gus-Kab).

kabar Lainnya