Wujud Sujud Bhakti, Ny. Yunita Alit Sucipta Pimpin WHDI Badung Kunjungi Para Sulinggih

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta saat melaksanakan kegiatan Tali Kasih kepada para Sulinggih se-Kabupaten Badung, Jumat (13/3).

BADUNG, KABARBALI.ID – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatanan spiritual masyarakat Bali. Menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948, WHDI Badung melaksanakan kegiatan “Tali Kasih” dengan mengunjungi dan memberikan punia kepada para Sulinggih di seluruh wilayah Kabupaten Badung, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini dipimpin langsung oleh Ketua WHDI Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta. Turut mendampingi Kabid Pengembangan Adat Dinas Kebudayaan Badung, IB. Munika, beserta jajaran pengurus WHDI lainnya.

Ny. Yunita Alit Sucipta menjelaskan bahwa Tali Kasih ini merupakan manifestasi dari rasa sradha bhakti (keyakinan dan pengabdian) umat kepada para pemimpin spiritual yang selama ini telah memberikan tuntunan bagi krama Hindu di Badung.

“Kami mempersembahkan punia berupa bingkisan jajan tradisional serta dupa sebagai simbol rasa bakti kami kepada Ida Sulinggih. Harapannya, punia sederhana ini dapat menjadi berkah bagi kita semua dalam menyambut hari suci,” ujar Ny. Yunita.

Rangkaian Kunjungan di Abiansemal Dalam aksi sosial dan spiritual tersebut, rombongan melakukan kunjungan ke sejumlah griya di wilayah Kecamatan Abiansemal, di antaranya:

• Ida Pandita Mpu Swadiaya Parama Cantika (Griya Agung Pasek, Banjar Kedampal).

• Ida Pedanda Gede Oka Jumpung (Griya Manik Jumpung, Banjar Gunung).

• Ida Pedanda Gede Purwa Dwija Singarsa (Griya Batan Bantas, Desa Sibangkaja).

• Ida Pedanda Putra Dalem Geniten (Griya Dalem, Desa Sibang Gede).

• Ida Pedanda Made Tembau Wanasara (Griya Gede Manuaba, Desa Darmasaba).

Aksi Kepedulian Sosial Sisi humanis juga nampak saat kunjungan di Griya Manik Jumpung. Selain menyerahkan punia tali kasih, Ny. Yunita Alit Sucipta secara pribadi memberikan bantuan dana kepada salah satu keluarga griya, Ida Bagus Manik Setiawan, yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama di sela-sela kegiatan keagamaan.

Melalui program rutin ini, WHDI Kabupaten Badung berharap hubungan antara umat dan para sulinggih dapat terus terjalin erat. Semangat kebersamaan dan pengabdian ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi masyarakat Badung dalam menyambut kedamaian Hari Raya Nyepi tahun ini. (Gus-Kab).

kabar Lainnya