

KLUANGKUNG, KABARBALI.ID – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Nusa Penida bergerak cepat memantau dan mengecek ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan tertib, aman, serta mengantisipasi terjadinya antrean panjang kendaraan.
Pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., bersama jajaran personel dengan menyasar empat titik pengisian BBM, yakni APMS 01 Batumulapan di Desa Batununggul, APMS 02 Sental di Desa Ped, SPBU Banjar Nyuh, dan SPBU Ceningan.
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya menegaskan, pemantauan ini penting untuk memastikan tidak ada kepanikan warga (panic buying) serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Pemantauan kami lakukan untuk mengetahui kondisi riil stok BBM serta memastikan aktivitas pengisian berjalan lancar. Kami juga mengimbau pengelola APMS dan SPBU agar mengutamakan pelayanan kendaraan umum, mengatur antrean dengan baik, serta tidak membiarkan kendaraan mengantre hingga memakan badan jalan,” ujar Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Selasa (13/10/2026).
Dari hasil pemantauan di lapangan, aktivitas pelayanan BBM di titik-titik yang beroperasi terpantau berjalan normal, tertib, dan lancar tanpa diwarnai antrean mengular maupun praktik pembelian menggunakan jerigen tanpa izin. Arus lalu lintas di sekitarnya pun terpantau kondusif.
Berdasarkan hasil pengecekan stok di masing-masing fasilitas pengisian BBM:
APMS 01 Batumulapan: Stok Pertamax tercatat 14.381 liter, Pertalite 9.588 liter, dan Pertadex 5.513 liter. Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba sebanyak 16 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.
APMS 02 Sental: Stok Pertamax tercatat 13.889 liter dan Pertalite 5.248 liter, sementara stok Biosolar tercatat nihil. Rencana pasokan berikutnya masing-masing 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.
SPBU Banjar Nyuh: Stok Pertamax tercatat 9.753 liter, Pertalite 6.678 liter, dan Biosolar 3.807 liter. Rencana suplai berikutnya dijadwalkan 8 ton Pertamax dan 8 ton Pertalite.
SPBU Ceningan: Melaporkan terjadinya kekosongan stok Pertamax, Pertalite, maupun Biosolar saat pengecekan. Kendati demikian, pasokan balasan telah dijadwalkan sebanyak 41 ton Pertamax dan 15 ton Pertalite.
Berdasarkan rencana distribusi dari pihak penyalur, total terdapat 112 ton pasokan BBM yang dijadwalkan segera tiba di Nusa Penida. Pasokan tersebut terdiri dari 73 ton Pertamax dan 39 ton Pertalite.
Pihak kepolisian mengingatkan para pengelola APMS dan SPBU untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina guna mempercepat pengiriman BBM, khususnya untuk mengisi kekosongan stok di SPBU Ceningan serta kekosongan Biosolar di APMS Batumulapan dan APMS Sental.
Polsek Nusa Penida berkomitmen akan terus mengawal dan memantau ketersediaan energi di kepulauan agar kelancaran aktivitas ekonomi, pariwisata, dan transportasi masyarakat Nusa Penida tetap berjalan tanpa hambatan. (Sta-Kab).