

KABARBALI.ID – Masyarakat Krama Bali senantiasa memegang teguh kearifan lokal berlandaskan ajaran Wariga dalam menentukan hari baik (dewasa ayu) sebelum memulai suatu kegiatan atau upacara keagamaan.
Pada awal bulan 10 ini, Kamis, 1 Oktober 2026, penanggalan Bali mencatat sejumlah ala-ayuning dewasa (sifat hari baik dan buruk) yang sangat cocok untuk pelaksanaan upacara keagamaan, mengawali usaha berdagang, hingga kegiatan pertanian.
Dinaungi oleh Pararasan Laku Bintang, Pancasuda Satria Wibawa, Ekajalaresi Patining Amerta, dan Pratiti Wedana, berikut rincian hari baik berdasarkan penuangan Ala-Ayuning Dewasa pada 1 Oktober 2026:
Amerta Dewa:
Sangat baik (dewasa ayu) untuk melaksanakan piodalan atau upacara Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya. Selain itu, hari ini sangat baik digunakan untuk membangun tempat suci/pemerajan/pura, serta membuat lumbung padi maupun dapur rumah. (Alahing dewasa 2).
Sedana Yoga:
Hari yang sangat baik bagi krama yang hendak membuka usaha. Sangat direkomendasikan untuk membuat sarana/alat berdagang, membangun tempat usaha/toko, serta mulai berjualan karena dipercaya mendatangkan kelancaran dan kemurahan rejeki. (Alahing dewasa 2).
Srigati & Srigati Turun:
Hari baik bagi aktivitas agraris dan simpanan pangan. Sangat baik untuk menanam padi/membibit padi, menanam pohon kelapa, menyimpan padi di lumbung maupun menurunkan padi dari lumbung, mengaturkan yadnya di lumbung, serta mulai memproduksi barang dagangan. (Alahing dewasa 4).
Kala Jangkut:
Sangat baik digunakan untuk membuat alat tangkap ikan seperti pencar dan jaring, serta membuat peralatan atau senjata. (Alahing dewasa 4).
Kala Siyung:
Merupakan sifat hari yang kurang baik. Krama diimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada karena hari ini dipercaya mengandung pengaruh yang cukup keras/buas. (Alahing dewasa 3). (Kab/Red).