

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender Bali dan keilmuan wariga, Sabtu, 10 Oktober 2026 mencatatkan sejumlah padewasan (ala ayuning dewasa) yang perlu diperhatikan masyarakat Hindu di Bali sebelum merencanakan suatu kegiatan atau upacara yadnya.
Pada Sabtu besok, terdapat beberapa unsur dewasa ala (hari kurang baik) yang mendominasi pelaksanaan Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.
Kehadiran unsur Carik Walangati, Gagak Anungsang Pati, Kala Sungsang, serta Salah Wadi menandakan bahwa hari ini sangat tidak direkomendasikan untuk menggelar upacara pernikahan (pawiwahan), potong gigi (mapendes), maupun upacara pembakaran/penguburan jenazah (atiwa-tiwa/ngaben).
Selain itu, keberadaan Panca Prawani, Purwani, dan Purwanin Dina menguatkan pantangan untuk memilih hari ini sebagai dewasa ayu dalam pelaksanaan karya-karya suci skala besar. Unsur Kala Sor dan Kajeng Uwudan juga memberikan indikasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berhubungan langsung dengan pengerjaan tanah seperti membajak, bercocok tanam, maupun memetik hasil tanam.
Kendati demikian, Sabtu mencatatkan dewasa hayu (hari baik) untuk aktivitas tertentu.
Kehadiran Kala Katemu, Kala Jangkut, dan Kala Kutila Manik memberikan energi positif bagi kegiatan menangkap ikan, berburu, mengadakan pertemuan, hingga membuat alat perangkap seperti pencar, jaring, maupun pagar benteng keselamatan. Hari ini juga baik digunakan untuk menggelar upacara Bhuta Yadnya.
Adapun perhitunan tata arsitektur pertanian Pepedan menyebutkan hari ini cukup baik untuk membuka lahan pertanian baru, namun kurang disarankan untuk memproduksi atau membuat peralatan dari bahan besi.
TABEL RINCIAN ALA AYUNING DEWASA (SABTU, 10 OKTOBER 2026)
| Nama Dewasa / Unsur Wariga | Sifat & Peruntukan Kegiatan |
| Carik Walangati & Salah Wadi | Tidak Baik: Pernikahan (wiwaha), mapendes, potong rambut, dan Pitra Yadnya (ngaben/atiwa-tiwa). |
| Gagak Anungsang Pati | Tidak Baik: Upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa. |
| Kala Katemu & Kala Jangkut | Baik: Menangkap ikan, berburu, pasang jerat, membuat pencar/jaring, dan pertemuan. |
| Kala Kutila Manik | Baik: Membuat ranjau, pagar, perangkap, dan upacara Bhuta Yadnya. |
| Kala Sor & Kajeng Uwudan | Tidak Baik: Membajak tanah, bercocok tanam, dan memetik tanaman. |
| Kala Sungsang & Purwanin Dina | Tidak Baik: Menggelar karya ayu atau yadnya utama. |
| Pepedan | Baik: Membuka lahan pertanian baru. Tidak Baik: Membuat alat dari besi. |
| Unsur Lain | Pararasan: Laku Bumi | Pancasuda: Tunggak Semi | Pratiti: Tresna |
(Kab/Red).