Fantastis! Harga Narkoba Buatan ‘Koki’ Rusia di Gianyar Tembus Rp 6 Juta Per Gram

Disinilah koki narkoba meracik hingga hasilkan 7,8 kg

GIANYAR, KABARBALI.ID – Tabir gelap operasional laboratorium rahasia (clandestine lab) di Blahbatuh, Gianyar,  terkuak.

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai nilai ekonomi dari narkotika jenis Mephedrone yang diproduksi oleh sindikat Rusia tersebut.

Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, membeberkan bahwa harga jual ‘party drug’ hasil produksi lab Gianyar ini mencapai angka yang sangat tinggi di pasar gelap.

“Dari hasil penelusuran kami, harganya berkisar Rp 6 juta per gram. Narkoba ini bisa digunakan dengan berbagai cara, mulai dari dihirup, dalam bentuk pil, hingga cair,” ungkap Brigjen Roy Hardi secara gamblang, Sabtu (7/3/2026).

Jika dikonversi dengan total barang bukti bruto sebanyak 7,8 kilogram (padat dan cair) yang disita, maka nilai narkotika tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp 46 Miliar.

Peracik Perempuan Berusia 29 Tahun

Dalam penggerebekan yang berlangsung dramatis sejak Jumat (6/3/2026) hingga Sabtu dinihari, petugas berhasil meringkus NT (29), seorang perempuan berkebangsaan Rusia yang berperan sebagai ‘koki’ atau pembuat narkoba. Proses penggeledahan bahkan berlangsung hingga Sabtu dini hari untuk menyisir seluruh sudut vila privat tersebut.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan pemandangan yang mencekam. Kamar paling utara dari vila tersebut disulap menjadi ruang produksi yang dipenuhi uap kimia berbahaya.

“Awas menyengat, ini gasnya kuat,” peringat Brigjen Roy saat menunjukkan barang jadi berupa cairan kimia kepada awak media di lokasi kejadian.

Dapur Kimia yang Mematikan

Selain narkoba siap edar, petugas juga mengamankan 2,6 kg prekursor padat dan 219,7 liter cairan kimia berbahaya yang menjadi bahan baku utama. Sejumlah peralatan laboratorium canggih seperti magnetic stirrer, timbangan digital, hingga masker respirator khusus ditemukan berserakan di area produksi.

Kini, NT bersama rekan sindikatnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. BNN memastikan akan terus mendalami jaringan ini, mengingat besarnya nilai transaksi dan dampak kerusakan saraf yang ditimbulkan oleh Mephedrone terhadap penggunanya. (Kri-Kab).

kabar Lainnya