

BANGLI, KABARBALI.ID – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri pelaksanaan upacara perayaan Rahina Tumpek Wayang di Pura Bale Agung, Desa Adat Tanggahan Talang Jiwa, Desa Demulih, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan spiritual ini digelar sebagai wujud nyata pelestarian adat, tradisi, dan kearifan lokal Bali berlandaskan Sad Kerthi.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali dapil Bangli, I Nyoman Budiutama, Anggota DPRD Bangli, Sekda, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bangli sebagai bentuk komitmen bersama mengawal nilai-nilai tradisi Bali.
Dalam rangkaian prosesi tersebut, Bupati Sedana Arta terlibat langsung sejak awal persiapan, mulai dari mebat ngaryanin ulam bakti (menyiapkan olahan daging upakara) hingga melangsungkan muspayang bhakti persembahyangan bersama warga masyarakat.
Sedana Arta menyampaikan bahwa pelaksanaan perayaan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perayaan Rahina Tumpek sebagai Pelaksanaan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.
“Pelaksanaan Tumpek Wayang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan ritual keagamaan semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian adat, seni, tradisi, dan budaya Bali,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pewarisan nilai-nilai luhur tradisi keagamaan kepada generasi muda agar karakter serta jati diri masyarakat Bali tetap kokoh ditengah derasnya arus modernisasi.
Di akhir prosesi persembahyangan, Bupati Sedana Arta turut ngaturang punia yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Tanggahan Talang Jiwa, I Wayan Sukadana, sebagai wujud dukungan Pemkab Bangli terhadap keberlanjutan tradisi di desa adat.
Melalui momentum Rahina Tumpek Wayang ini, Pemkab Bangli mengimbau masyarakat untuk terus merawat keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan alam (Palemahan). (Sam-Kab).