Kajari Gianyar Agus Wirawan Eko Saputro, Raih Penghargaan Best Leader Indonesia 2025

KABARBALI.ID, GIANYAR – Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agus Wirawan Eko Saputro, SH. MH mendapat penghargaan Best Leader Indonesia 2025 dalam kategori Sinergitas, Integritas dan Kolaborasi selama tahun 2024 dari Seven Media Awards.
Mengutip siaran persnya, Sabtu (18/1/2025), Agus Wirawan Eko Saputro menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan amanat yang berat untuk memikulnya dikarenakan harus selalu konsisten untuk tetap menjaga dan merawatnya.
“Ada 14 penerima penghargaan dari berbagai instansi pemerintah pusat maupun daerah, hal ini menumbuhkan semangat kepada para penyelenggara negara untuk berlomba lomba berbuat kebaikan dan memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara,” kata Agus Eko.
Menurutnya, walaupun tanpa adanya penghargaan ini, setiap penyelenggara negara wajib untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa, negara, masyarakat, institusi, keluarga dan lingkungan di manapun dia berada.
“Generasi muda agar selalu bersemangat untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 dengan selalu berkarya, berinovasi dan bekerja keras dan cerdas tanpa pamrih dengan mengutamakan kepentingan umum, bangsa dan negara,” terangnya.
Ia berharap informasi yang disampaikan akan bermanfaat kepada Kejari dalam melaksanakan tugas kedepan dan mengantisipasi kemungkinan tantangan yang menghadang.(Rls/Kab).

kabar Lainnya

Hadiri Kuliah Umum Rocky Gerung, Koster Tekankan AI dan Jati Diri BaliDENPASAR, KABARBALI.ID – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus menyimak kuliah umum Pengamat Politik dan Akademisi Rocky Gerung yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (6/1/2026). Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Dialektika dan Retorika: Menguatkan Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence”, yang dinilai relevan dengan tantangan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Koster: AI Penting, Tapi Jati Diri Tak Boleh Hilang Dalam kata pengantarnya, Gubernur Koster menegaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi kalangan mahasiswa. Namun demikian, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut tidak menggerus jati diri dan nilai-nilai lokal. “Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, apalagi adik-adik sebagai mahasiswa. Tetapi AI harus dimanfaatkan tanpa meninggalkan jati diri sebagai orang Bali,” ujar Koster. Menurut Gubernur Bali dua periode ini, jati diri tersebut dapat dijaga dengan cara merawat dan melestarikan tradisi, budaya, serta kearifan lokal. “Pengetahuan tradisional dan modern harus saling menghidupi. Tidak boleh saling mematikan,” tegasnya. Sejalan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Koster menegaskan, komitmen menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali terus dilakukan melalui berbagai program pembangunan yang berlandaskan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang kini diperkuat dengan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Ia pun menyampaikan keinginannya untuk secara khusus berdialog dengan civitas akademika Unmas guna mensosialisasikan arah pembangunan jangka panjang tersebut. Dalam paparannya, Koster juga mengungkapkan kedekatannya dengan Universitas Mahasaraswati. Saat masih menjadi anggota DPR RI, ia intens membangun komunikasi dengan Ketua Yayasan PR Saraswati Denpasar dan turut berkontribusi dalam pengalokasian APBN untuk pengembangan kampus. “Ada pembangunan aula, laboratorium, perpustakaan, hingga peralatan kedokteran gigi. Saat masih di DPR RI, saya sempat meninjau langsung ke sini,” jelasnya. Rocky Gerung: AI Harus Diuji dengan Nalar Kritis Sementara itu, Rocky Gerung dalam kuliah umumnya menekankan bahwa kehadiran AI harus dipahami sebagai tantangan untuk memperkuat daya pikir kritis manusia, bukan untuk menggantikannya. “AI membantu kita memperkuat kemampuan berpikir. Tapi AI juga harus kita uji. Jangan hanya bertanya, melainkan kritisi dan uji argumennya,” tegas Rocky. Ia menjelaskan, AI bekerja berdasarkan kecepatan komputasi dan pembelajaran artifisial, sedangkan manusia memiliki pengalaman, nilai, kesadaran, dan moralitas. (Rls-Kab).