

KABARBALI.ID – Dalam warisan tradisi wariga dan wewaran Bali, penanggalan kelahiran seseorang memancarkan gambaran watak, karakter, hingga kecenderungan perilaku hidup. Pada Selasa, 29 September 2026, penanggalan Bali bertepatan dengan wewaran Anggara Wage Wuku Ugu (Pangelong 3).
Berdasarkan perhitungan Wariga Bali, kelahiran Anggara Wage Ugu berada di bawah naungan Lintang Perahu Sarat. Kelahiran ini dikenal memiliki sifat dasar yang sangat senang menolong orang yang sedang berada dalam kesulitan atau kesengsaraan.
Keunggulan utama dari naungan Lintang Perahu Sarat adalah kemampuannya dalam bertutur kata yang manis dan menyenangkan. Sifat ini membuatnya mudah menarik simpati, disukai dalam pergaulan, serta tak ragu-ragu membela kawan yang membutuhkan pertolongan.
Ditinjau dari pengaruh Wuku Ugu yang dinaungi Dewa Singajalma, sosok ini memiliki cita-cita luhur dan ambisi besar untuk maju. Ia dianugerahi perasaan yang halus dan tajam, serta senang merencanakan sesuatu secara matang (Dasawara Raja).
Meskipun dalam banyak hal terlihat berhati-hati dan rajin bekerja, sosok ini memiliki sisi kelemahan yang perlu diwaspadai, yakni sesekali muncul sifat sembrono, gegabah, dan mudah putus asa akibat salah paham. Pengaruh Pararasan Laku Bumi serta Pancasuda Lebu Katiup Angin juga kerap membuat hatinya mudah goncang dan ragu dalam menetapkan arah tujuan hidup.
Dalam aspek Pratiti (Upadana), kelahiran ini digambarkan sebagai pribadi pemberi cinta kasih, dermawan, berani, dan tergolong mudah mendapatkan pekerjaan. Tutur katanya yang menyejukkan membuat orang lain betah berada di dekatnya.
Adapun dari aspek Pedewasaan (pemilihan hari baik), hari Anggara Wage Ugu tergolong cukup baik untuk menjalin hubungan diplomasi atau memohon simpati dari pihak lain. Namun demikian, perlu dicermati potensi adanya sedikit pengorbanan atau pemborosan dalam pelaksanaannya.
Secara keseluruhan, bagi pemilik wewaran Anggara Wage Ugu, kunci utama untuk meraih kesuksesan hidup adalah dengan mengendalikan sifat gegabah, lebih tenang menghadapi kesalahpahaman, serta menyalurkan ambisinya ke arah pekerjaan atau hobi yang produktif. (Kab/Red).