

BANGLI, KABARBALI.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pariwisata Bali di kancah internasional. Desa Adat Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, resmi masuk dalam daftar “The 53 Most Beautiful Small Towns in the World” versi majalah pariwisata bergengsi asal Amerika Serikat, Condé Nast Traveller, yang diterbitkan pada Maret 2026.
Desa adat yang terkenal dengan kebersihan dan kerapiannya ini dinilai sukses menawarkan pengalaman autentik bagi pelancong untuk menikmati denyut kehidupan tradisional Bali melalui tata ruang yang terjaga, jalanan berbatu yang rapi, serta deretan rumah berarsitektur khas.
Dalam ulasannya, Condé Nast Traveller menyoroti bahwa sekitar 40 persen dari total wilayah Desa Penglipuran berupa hutan bambu lestari seluas 45 hektare yang menjadi paru-paru sekaligus bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.
Keunikan utama Desa Penglipuran terletak pada konsistensi warganya dalam merawat warisan leluhur, terutama penerapan konsep tata ruang tradisional Tri Mandala yang membagi wilayah desa ke dalam tiga zona kesucian:
Utama Mandala: Zona paling suci di bagian utara desa yang dikhususkan sebagai area pura dan tempat peribadatan.
Madya Mandala: Zona tengah yang berupa kawasan permukiman penduduk tersusun rapi dengan arsitektur seragam.
Nista Mandala: Zona paling selatan yang difungsikan sebagai area pemakaman desa.
Selain itu, komitmen menjaga lingkungan tampak dari aturan adat yang melarang kendaraan bermotor masuk ke area permukiman utama. Kebijakan ini membuat suasana desa tetap tenang, bersih, serta bebas polusi. Rumah-rumah warga juga memiliki bentuk gerbang khas (angkul-angkul) yang seragam dan tertata indah.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang lebih meriah, Condé Nast Traveller merekomendasikan waktu kunjungan saat perayaan Hari Raya Galungan, di mana jalan utama desa akan dihiasi deretan penjor megah yang menambah keeksotisan desa wisata berkelas dunia ini.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke Desa Wisata Penglipuran adalah sekitar 56 kilometer dengan waktu tempuh normal berkisar antara 1 jam 30 menit hingga hampir 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas. (Kab/Red).