

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Musibah kebakaran melanda tempat suci Pura Ibu Keluarga Paibon Alit Pasek Gelgel di Dusun Peninjauan, Desa Paksebali, K Dawan, Klungkung, pukul 13.30 WITA. Minggu (27/9/2026).
Kobaran api yang membubung tinggi melahap sedikitnya 8 bangunan pelinggih beserta sarana sakral pratima milik pengempon pura setempat.
Akibat musibah ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Kapolsek Dawan AKP I Ketut Nariawan saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tempat suci tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh saksi I Wayan Mustara (50), warga yang sedang berada di sekitar lokasi pura.
“Pelapor melihat adanya kobaran api yang cukup besar di area pura. Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bahan bangunan pelinggih menggunakan atap berbahan ijuk yang sangat mudah terbakar,” ungkap AKP Ketut Nariawan.
Melihat kobaran api kian liar, pelapor berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkannya ke perangkat Desa Paksebali untuk diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klungkung serta Polsek Dawan.
Peristiwa ini juga langsung didatangi wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra.
Armada Damkar Pemkab Klungkung bersama jajaran Kepolisian dan krama setempat bergotong-royong mengisolasi titik api agar tidak merembet ke pemukiman sekitar.
Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekira pukul 14.40 WITA setelah penanganan intensif selama satu jam lebih.
Berdasarkan data olah tempat kejadian awal dari pihak kepolisian, terdapat 7 pelinggih yang terbakar hangus, 1 pelinggih roboh, serta kerusakan pada pratima pura.
Rincian bangunan suci yang terdampak meliputi:
Pelinggih Paibon
Pelinggih Sapta Petala
Pelinggih Penyimpenan
Pelinggih Rambut Sedana
Pelinggih Ngrerurah (mengalami kerusakan parah/roboh)
Gedong Sari
Pelinggih Mas Ari Mascatu
Pelinggih Pengaruman
Kerusakan pada Pratima Pura
Pura Ibu Paibon Alit Pasek Gelgel tersebut selama ini diempon oleh 5 Kepala Keluarga (KK), yakni I Wayan Mustara, Kadek Artawan, I Wayan Widana, I Ketut Dharma Suyasa, dan Wayan Sutama.
Mengenai pemicu timbulnya api, AKP Ketut Nariawan menyebutkan dugaan awal dipicu oleh gesekan atau akumulasi panas pada material atap ijuk yang mengering akibat cuaca terik.
“Dugaan awal kebakaran kemungkinan dipicu oleh gesekan atau akumulasi panas pada bagian atap bangunan yang menggunakan bahan ijuk, hingga menimbulkan percikan api. Namun ini masih merupakan informasi awal dan pihak kami masih akan melakukan pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran secara objektif,” tandas Kapolsek Dawan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pihak kepolisian mengimbau warga dan pengurus tempat suci agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan bertingkat dengan material atap ijuk yang rawan terbakar di tengah kondisi cuaca panas. (Sta-Kab).