Rawat Kebersamaan Warga Desa Kamasan, Anggota DPRD Klungkung Suksma Sucita Gulirkan Program Santunan Kematian

Anggota DPRD Kabupaten Klungkung I Ketut Suksma Sucita saat menyerahkan bantuan santunan kematian dan mendoakan warga berduka di Desa Kamasan, Klungkung. (Foto: Dok. pribadi/ kabarbali.id)

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Menjadi wakil rakyat tidak cukup hanya duduk di ruang rapat dewan. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Anggota DPRD Kabupaten Klungkung periode 2024–2029 dari Partai NasDem, I Ketut Suksma Sucita.

Sejak 2024, pria kelahiran Desa Kamasan, 23 Oktober 1963 ini secara konsisten menjalankan program mandiri berupa santunan kematian bagi warga yang berduka di tanah kelahirannya, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung. Program ini menyasar krama di seluruh wilayah yang meliputi 10 banjar adat.

“Setiap ada masyarakat yang meninggal, saya berikan santunan, siapapun juga. Dengan program ini, saya wajib hadir ke semua masyarakat. Secara pribadi, saya ingin semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus memberikan doa kepada keluarga yang sedang berduka,” ujar Suksma Sucita,Senin (28/9/2026) .

Bagi politisi Partai NasDem ini, bantuan fisik maupun finansial hanyalah penunjang. Nilai terpenting dari program ini adalah kehadiran langsung figur wakil rakyat untuk memberikan dukungan moral dan menguatkan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Merawat Kebersamaan dan Nilai Gotong Royong

Suksma Sucita mengungkapkan bahwa sebelum program ini berjalan, kehadiran saat warga berduka cenderung terbatas pada lingkungan kerabat dekat atau krama banjar adat masing-masing. Lewat langkah konsisten ini, ia ingin memecah sekat tersebut dan merawat semangat kebersamaan masyarakat Kamasan.

Ia menegaskan, kedekatan dengan warga tidak boleh hanya dibangun saat momentum kontestasi politik semata, melainkan harus dirawat secara alami dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Saya hadir di Kamasan, hidup dan berkegiatan di masyarakat. Tujuannya saya ingin selalu hadir di masyarakat. Dengan ini saya ingin membangkitkan kembali kebersamaan untuk sama-sama membangun Desa Kamasan,” terangnya.

Bagi Suksma Sucita, ada kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri ketika bisa bertatap muka, mendoakan almarhum, serta menyerahkan bantuan untuk meringankan beban krama yang sedang berada di titik terendah. Kehangatan gotong royong inilah yang diharapkan menjadi modal sosial utama dalam membangun Desa Kamasan ke depan. (Sta-Kab).

kabar Lainnya