Rayakan Tumpek Wayang, Gubernur Koster dan Bupati Satria Sembahyang Bersama di Pura Agung Kentel Gumi

Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) bersama Bupati Klungkung I Made Satria (kiri) saat melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Tumpek Wayang di Pura Agung Kentel Gumi, Klungkung, Sabtu (15/3/2026). (Foto/ist

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID– Umat Hindu di Bali merayakan rahina suci Tumpek Wayang dengan penuh kekhidmatan pada Sabtu (15/3/2026).

Di Kabupaten Klungkung, perayaan dipusatkan melalui persembahyangan bersama di Pura Agung Kentel Gumi, Desa Banjarangkan, yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah tingkat provinsi dan kabupaten.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, memimpin rombongan Pemerintah Provinsi Bali yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra. Kehadiran mereka disambut oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klungkung.

Tumpek Wayang, yang jatuh setiap 210 hari sekali pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang, merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Iswara.

“Tumpek Wayang adalah hari untuk memohon tuntunan kehadapan Sang Hyang Iswara demi keutamaan benda-benda seni, kesenian, hingga sarana tetabuhan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Bali,” ungkap perwakilan panitia di sela-sela persiapan upacara.

Makna Pemuliaan Seni

Dalam filosofi Hindu Bali, Tumpek Wayang tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap nilai estetika dan spiritualitas dalam benda seni. Umat menghaturkan upacara menuju keutamaan pratima, wayang, hingga berbagai instrumen musik tradisional (tetabuhan) seperti gong, gender, angklung, hingga kentongan.

Persembahyangan di Pura Agung Kentel Gumi—yang dikenal sebagai salah satu Pura Tri Guna atau Pura Puseh Jagat—menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan krama dalam menjaga kelestarian adat Bali di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan khusyuk, diikuti oleh ratusan pemedek dan jajaran staf ahli serta asisten Bupati Klungkung. Melalui perayaan ini, diharapkan vibrasi positif dan keharmonisan jagat Bali tetap terjaga, seiring dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (Sta-Kab).

kabar Lainnya