Rugi Rp 150 Juta ! Dapur Warga Kawan Bangli Ludes Terbakar Akibat Kelalaian Tungku

Petugas Damkar Pemkab Bangli melakukan upaya pemadaman dan pendinginan pada bangunan dapur warga yang terbakar di Banjar Kawan, Bangli, Minggu (27/9/2026) pagi.

BANGLI, KABARBALI.ID – Nasib malang menimpa I Wayan Muja (61), warga Banjar/Kelurahan Kawan, Kabupaten Bangli. Bangunan dapur miliknya ludes dilahap si jago merah pada Minggu (27/9/2026) pagi sekira pukul 05.45 WITA.

Kebakaran diduga kuat dipicu oleh kelalaian korban yang lupa mematikan api di tungku dapur usai memasak air, sebelum ditinggal pergi ke sawah. Akibat musibah ini, korban menelan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Kepulan Asap Pertama Kali Dilihat Tetangga

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa nahas tersebut bermula sekira pukul 05.20 WITA. Saat itu, korban sempat membuat air hangat menggunakan tungku kayu tradisional di dapurnya. Namun usai memasak air, korban bergegas berangkat ke sawah dan lupa mematikan sisa api yang masih menyala di dalam tungku.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi I Wayan Mustika sekira pukul 05.45 WITA. Saksi mendapati kepulan asap tebal membubung tinggi dari arah area bangunan dapur milik korban.

Melihat kobaran api yang kian membesar melahap bangunan, Mustika berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga setempat sempat bergotong-royong melakukan pemadaman secara swadaya dengan alat seadanya sebelum bantuan medis dan pemadam tiba.

Armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Bangli yang tiba di lokasi kejadian sekira pukul 06.20 WITA langsung melakukan upaya penyemprotan dan isolasi api. Setelah penanganan intensif selama kurang lebih 50 menit, kobaran api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 07.10 WITA.

Polisi Amankan Barang Bukti Teko Air

Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi membenarkan musibah kebakaran dapur di wilayah Banjar Kawan tersebut. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan para saksi, pemicu utama kebakaran murni akibat faktor kelalaian.

“Dari hasil olah TKP, kuat dugaan kebakaran dipicu karena faktor kelalaian korban. Korban sebelum kebakaran terjadi sempat memasak air di tungku dan selanjutnya meninggalkan dapur dalam kondisi api tungku masih menyala,” ujar perwira asal Karangasem ini.

Kompol Sudarma Putra menambahkan, meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian fisik berupa bangunan dapur beserta isinya yang hangus ditaksir mencapai Rp 150 juta.

“Untuk barang bukti yang diamankan dari TKP berupa satu buah teko yang digunakan korban untuk memasak air,” pungkasnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar selalu waspada dan memastikan seluruh tungku, kompor, maupun sambungan listrik telah benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. (Sam-Kab).

kabar Lainnya