

JEMBRANA, KABARBALI.ID – Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali diraih oleh Kabupaten Jembrana. Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, berhasil menembus jajaran 12 desa terbaik tingkat nasional dalam Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam gelaran Anugerah Hari Statistik Nasional di The Grand Platinum, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Penghargaan diterima oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Perbekel Pengambengan Kamaruzzaman.
Desa Pengambengan terpilih dari ribuan desa dan kelurahan di seluruh Indonesia berkat keunggulannya dalam tata kelola data statistik berbasis desa. Pengambengan dinilai berhasil menjalankan rantai pengelolaan data secara presisi, mulai dari pengumpulan, pengolahan, keterbukaan informasi publik, hingga pemanfaatannya sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi solid antara Pemerintah Desa Pengambengan, BPS Kabupaten Jembrana, serta partisipasi aktif masyarakat pesisir setempat.
“Ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kita membangun dari desa dengan data yang presisi diakui di tingkat nasional. Pembangunan yang tepat sasaran harus berpatokan pada data yang valid dari level terdepan, yaitu desa,” tegas Bupati Kembang Hartawan usai menerima penghargaan di Jakarta.
Dalam penilaian Program Desa Cantik 2026, Desa Pengambengan menonjol karena berhasil mengintegrasikan data statistik secara digital, terutama dalam memetakan potensi ekonomi lokal di bidang kelautan dan perikanan. Sebagai kawasan pesisir di ujung barat Bali, pemetaan data yang akurat mengenai aktivitas nelayan dan potensi perikanan menjadi fondasi krusial bagi penyusunan program pemberdayaan masyarakat.
Bupati Kembang berharap capaian Desa Pengambengan dapat menjadi role model atau percontohan bagi seluruh desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Jembrana untuk meningkatkan literasi data serta digitalisasi pelayanan publik.
“Jika semua desa memiliki data statistik yang kuat, kebijakan daerah untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat akan jauh lebih efektif, akurat, dan transparan,” tambah Kembang.
Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif strategis BPS RI untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah desa dalam mengelola data sektoral, guna melahirkan kebijakan berbasis data (evidence-based policy) yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat bottom-up. (Kab/Red).