Tingkatkan Sradha Bhakti dan Jaga Keharmonisan Alam, Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Batur

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa dan jajaran Pemkot Denpasar saat mengikuti prosesi persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu dan Pura Hulundanu Batur, Kintamani, Bangli, Rabu (30/9/2026). (Foto: Dok. Prokopim Pemkot Denpasar / kabarbali.id)

BANGLI, KABARBALI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melaksanakan upacara Bhakti Penganyar serangkaian Karya Agung Medewasraya lan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur serta Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, pada Rabu (30/9/2026).

Pelaksanaan Bhakti Penganyar bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Ugu tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran Pimpinan OPD, Perbekel/Lurah, dan Bendesa se-Kota Denpasar. Turut hadir Panglingsir Puri Agung Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya dan anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Rangkaian Bhakti Penganyar berlangsung khidmat diawali dengan persembahan tari topeng wali serta kidung suci, sebelum diakhiri persembahyangan bersama seluruh pemedek.

Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa Pura Tuluk Biyu Batur dan Pura Hulundanu Batur memiliki keterikatan historis, geografis, dan spiritual yang sangat erat dengan Pura Ulun Danu Batur. Pelaksanaan karya agung ini menjadi momen penting bagi umat untuk memperkuat sradha dan bhakti sekaligus melakukan mulat sarira.

“Rangkaian karya ini menitikberatkan pada tatanan Wana Kerthi dan Danu Kerthi. Hutan dan air tidak hanya dipandang sebagai sumber daya alam, melainkan sumber kehidupan yang harus dimuliakan. Melalui Bhakti Penganyar ini, kami menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan pelayanan di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Dua Upacara Besar di Kawasan Batur

Ketua Panitia Karya Pura Tuluk Biyu Batur, I Wayan Gunawan, menjelaskan bahwa Karya Agung Medewasraya diawali dengan ritual Bhakti Pakelem di Gunung Abang dan Danau Batur pada 21 September, dilanjutkan Mapepada Agung pada 26 September. Rangkaian karya dijadwalkan masineb pada 6 Oktober mendatang melalui prosesi ngaturan bhakti mapepranian.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Pura Hulundanu Batur, I Gede Darmawa, menerangkan bahwa Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur dilaksanakan setiap 10 tahun sekali berdasarkan Raja Purana. Rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 12 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga masineb pada 7 Oktober 2026.

I Gede Darmawa menambahkan, puncak karya telah dilangsungkan pada Sabtu (26/9/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan Bhakti Penganyar secara bergiliran oleh pemerintah daerah serta umat dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. (Irw-Kab).

kabar Lainnya