

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Musibah kebakaran melanda Pura Ibu Keluarga Paibon Alit Pasek Gelgel yang berlokasi di Dusun Peninjauan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, pada Minggu (27/9/2026) siang.
Peristiwa yang mengejutkan warga setempat ini langsung mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turun langsung ke lokasi kejadian untuk meninjau penanganan pascakebakaran serta memberikan penguatan moral kepada krama pengempon pura.
Dalam musibah tersebut, sebanyak tujuh bangunan pelinggih hangus terbakar, satu pelinggih roboh/rusak berat, serta sejumlah pratima (benda sakral) mengalami kerusakan. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Adapun rincian bangunan dan sarana sakral yang terdampak meliputi:
Pelinggih Paibon (Terbakar)
Pelinggih Sapta Petala (Terbakar)
Pelinggih Penyimpenan (Terbakar)
Pelinggih Rambut Sedana (Terbakar)
Gedong Sari (Terbakar)
Pelinggih Mas Ari Mascatu (Terbakar)
Pelinggih Pengaruman (Terbakar)
Pelinggih Ngrerurah (Mengalami kerusakan/roboh)
Pratima (Mengalami kerusakan)
Di sela-sela peninjauannya, Wabup Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa krama Paibon Alit Pasek Gelgel. Ia meminta masyarakat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah potensi cuaca kering musim kemarau.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah musim kemarau panjang dan agar jangan sekali-kali melakukan pembakaran sampah, terutama di dekat area pura yang sangat rentan berisiko menyebabkan kebakaran,” tegas Wabup Tjok Surya.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya kobaran api masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman oleh pihak berwenang secara definitif.
Namun, berdasarkan keterangan awal di lapangan, muncul dugaan bahwa kebakaran kemungkinan dipicu oleh tingginya suhu panas atau gesekan pada material atap bangunan yang menggunakan ijuk kering, sehingga memicu percikan api sebelum akhirnya membesar dan merambat ke bangunan lain.
Pemeriksaan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab utama kebakaran secara objektif dan akurat. (Sta-Kab).