KABARBALI.ID – Provinsi Bali mencatatkan performa gemilang dalam penyerapan tenaga kerja nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, Bali menjadi provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terendah di Indonesia, yakni hanya sebesar 1,52 persen.
Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata TPT nasional yang mencapai 4,65 persen pada periode yang sama.
Rendahnya angka pengangguran di Pulau Dewata dilatarbelakangi oleh kuatnya penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata, pesatnya pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta tingginya fleksibilitas sektor informal masyarakat lokal.
Peringkat kedua provinsi dengan TPT terendah ditempati oleh Papua Pegunungan sebesar 1,86 persen. Selanjutnya di urutan ketiga hingga kelima diisi oleh Sulawesi Barat (2,89 persen), Sulawesi Tengah (2,97 persen), dan Nusa Tenggara Barat (2,98 persen).
Sementara itu, posisi enam hingga sepuluh nasional diisi oleh DI Yogyakarta (3,11 persen), Bengkulu (3,20 persen), Nusa Tenggara Timur (3,26 persen), Gorontalo (3,35 persen), dan Jawa Timur (3,42 persen).
Secara nasional, angka pengangguran terbuka Indonesia mengalami perbaikan dengan penurunan 0,03 persen, dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Penurunan ini menandakan tren pemulihan pasar kerja, meski tantangan penyediaan lapangan kerja berkualitas tetap menjadi fokus Pemprov Bali dan daerah lainnya. (Kab/Red).
| Peringkat | Provinsi | Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) |
| 1 | Bali | 1,52% |
| 2 | Papua Pegunungan | 1,86% |
| 3 | Sulawesi Barat | 2,89% |
| 4 | Sulawesi Tengah | 2,97% |
| 5 | Nusa Tenggara Barat (NTB) | 2,98% |
| 6 | DI Yogyakarta | 3,11% |
| 7 | Bengkulu | 3,20% |
| 8 | Nusa Tenggara Timur (NTT) | 3,26% |
| 9 | Gorontalo | 3,35% |
| 10 | Jawa Timur | 3,42% |
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026