Laku Keras! 105 UMKM Panen Cuan di Buleleng Festival 2026, Tembus Rp 3 Miliar Lebih

gelaran Buleleng Festival 2026 di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Minggu (23/8/2026).

BULELENG, KABARBALI.ID – Gelaran Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi ditutup oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Gede Supriatna di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Minggu (23/8/2026).

Selama lima hari penyelenggaraan, pesta rakyat tahunan ini berhasil menggerakkan roda ekonomi daerah secara signifikan dengan mencatatkan nilai perputaran transaksi mencapai Rp 3,091 miliar lebih. Angka tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga menembus angka Rp 3,6 miliar sampai seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Capaian fantastis ini menjadi bukti tinggi partisipasi publik serta besarnya minat masyarakat maupun wisatawan terhadap produk UMKM lokal Buleleng. Bulfest 2026 melibatkan sedikitnya 105 UMKM lokal dari sektor kriya, kuliner khas, olahan pangan, hingga fesyen yang tersebar di tiga zona pameran.

“Selama pelaksanaan festival ini, masyarakat telah merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra dalam sambutannya.

Bupati Sutjidra menegaskan bahwa dari sisi ekonomi, festival ini berhasil memberi panggung seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar. Sementara dari sisi kebudayaan, Bulfest menjadi ruang pelestarian di mana tradisi lokal bertemu dengan kreativitas modern.

Atas kesuksesan perhelatan tersebut, Pemkab Buleleng menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari jajaran seniman, pengusaha UMKM, aparat keamanan dari Polres dan Kodim 1609/Buleleng, hingga para pengunjung yang secara tertib menjaga kebersihan dan keamanan selama acara berlangsung.

Bupati Sutjidra pun mengajak seluruh krama Buleleng untuk terus merawat semangat “Uriping Rasa” dalam kehidupan sehari-hari melalui gotong royong, pelestarian budaya, dan pengembangan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Kar-Kab).

kabar Lainnya