KABARBALI.ID – Masyarakat Hindu di Bali memegang teguh pedoman Ala-Ayuning Dewasa atau tata perhitungan hari baik dan buruk berdasarkan kalender Bali dalam menentukan waktu pelaksanaaan karsa, pertanian, hingga upacara keagamaan (Panca Yadnya).
Untuk hari Minggu, Redite Keliwon Tolu, 23 Agustus 2026, perhitungan kalender tradisional Bali mencatat sejumlah kombinasi energi alam (ala-ayu) yang patut dicermati. Hari ini dinaungi oleh Pararasan Laku Bulan, Pancasuda Wisesa Segara, Ekajalaresi Sida Kasobagian, serta Pratiti Awidya.
Secara umum, hari ini sangat baik dimanfaatkan untuk memulai ikhtiar bisnis baru serta menanam tanaman buah-buahan, namun memiliki pantangan tegas untuk pelaksanaan upacara penguburan/pembakaran jenazah (pitra yadnya) dan syukuran bangunan (melaspas).
Berikut rincian padewasan lengkap untuk Minggu, 23 Agustus 2026:
Kala Gotongan: Sangat baik untuk memulai suatu usaha, bisnis baru, atau membuka cabang pekerjaan baru.
Kajeng Rendetan & Rekatadala Ayudana: Hari yang baik untuk bercocok tanam, khususnya menanam pepohonan yang menghasilkan buah serta tanaman beruas/berbuku. Baik pula untuk melakukan kegiatan amal (dana punia).
Asuajeg Turun: Baik untuk menanam padi, kacang-kacangan, sirih, berburu, serta membuat alat bunyi-bunyian tradisional seperti kentongan, gamelan, dan genta.
Pepedan: Sangat baik dipergunakan untuk membuka atau mengolah lahan pertanian baru.
Geni Rawana: Baik untuk segala jenis pekerjaan atau aktivitas yang memanfaatkan unsur api.
Kala Gotongan (Pantangan Utama): Meskipun baik untuk usaha, hari ini tidak baik digunakan untuk mengubur atau membakar mayat (ngaben).
Geni Rawana: Tidak baik untuk mengatapi rumah, melakukan upacara melaspas (penyucian bangunan), maupun bercocok tanam secara umum.
Kala Tampak: Tidak direkomendasikan (tidak baik) sebagai dewasa nikah atau melangsungkan pawiwahan (perkawinan).
Kala Siyung: Mengandung pengaruh energi alam yang buas, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menjaga emosi saat beraktivitas.
Kala Sor & Pepedan: Tidak baik untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan olah tanah (seperti membajak/membuat terowongan) serta membuat peralatan kerja dari besi. (Kab/red).