BULELENG, KABARBALI.ID – Kasus meninggalnya seorang ibu rumah tangga akibat ulah pati (mengakhiri hidup disengaja) di Kabupaten Buleleng yang sempat viral di media sosial kini mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.
Kapolsek Sawan AKP Kadek Robin Yohana membenarkan adanya peristiwa gantung diri yang menimpa seorang perempuan di dalam kamar rumahnya di Banjar Dinas Lemaya, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui warga pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 20.20 WITA.
“Bhabinkamtibmas Desa Lemukih awalnya mendapat informasi dari warga, kemudian langsung menghubungi piket jaga Polsek Sawan. Petugas bersama tim medis dari Puskesmas Sawan langsung mendatangi lokasi kejadian,” ujar AKP Kadek Robin Yohana saat dikonfirmasi kabarbali.id, Sabtu (22/8/2026).
Setibanya di lokasi, petugas dan warga segera menurunkan tubuh korban yang diketahui bernama Dwik P, yang berada dalam posisi menggantung. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Sawan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Ciri-ciri fisik yang ditemukan murni menunjukkan murni akibat gantung diri.
Pihak keluarga almarhumah dari Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, bersama mertua korban yang hadir di lokasi telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas.
Di sisi lain, kasus ini viral di media sosial setelah pihak keluarga almarhumah menyampaikan klarifikasi melalui unggahan akun Facebook @asiaah.tya. Dalam unggahan tersebut, keluarga membeberkan dugaan tekanan mental berat yang dialami almarhum sebelum wafat.
Suami almarhumah dikabarkan bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kuwait dan disebut-sebut telah lama hilang kontak serta tidak memberikan nafkah lahir maupun batin. Situasi tersebut membuat almarhumah terpaksa meminjam uang dari kerabat untuk menyambung hidup.
Kondisi psikologis almarhumah kian tertekan setelah menerima berbagai pesan dan komunikasi dari seorang perempuan yang diduga memiliki hubungan khusus dengan suaminya di tempat kerja yang sama.
Meskipun demikian, jajaran kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyerahkan penanganan musibah ini secara bijak dan tidak berspekulasi berlebihan di media sosial. Ucapan belasungkawa dan doa “Dumogi Amor ing Acintya” terus mengalir dari warganet bagi almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan. (Kab/Red).
DISCLAIMER:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan mengakhiri hidup. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan mental, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan konseling kesehatan jiwa terdekat, Puskesmas, atau layanan darurat penanganan krisis.