

KABARBALI.ID – Dalam tradisi dan kepercayaan umat Hindu di Bali, mimpi kerap dipandang bukan sekadar bunga tidur biasa, melainkan media penyampaian pesan atau petunjuk kerohanian (pawenwang).
Salah satu fenomena mimpi yang cukup sering dialami adalah mimpi melakukan ritual melukat (pembersihan diri secara spiritual) atau sembahyang ke pura.
Dirangkum dari ulasan spiritualis Bali, Jro Dasaran Adnyana, mimpi sembahyang ke pura memiliki makna mendalam yang berkaitan erat dengan pesan dari para leluhur (Sang Pitara) serta panggilan pengabdian spiritual.
Berikut dua arti utama mimpi sembahyang ke pura berdasarkan kepercayaan Hindu Bali:
Arti mimpi sembahyang ke tempat suci atau pura sering kali ditafsirkan sebagai bentuk panggilan untuk menjadi pengayah (pengabdi tulus) di pura tersebut. Tugas sebagai pengayah ini tidak melalu merujuk pada kewajiban menjadi seorang Pemangku atau Janji Suci, melainkan mencakup berbagai peran pelayanan di pura.
Peran tersebut dapat berupa pembuat/penata banten (juru banten), petugas keamanan adat (pecalang), pembuat sarana sembahyang (canang), hingga bentuk pengabdian fisik dan pikiran lainnya. Jika mengalami mimpi ini, umat disarankan untuk memohon petunjuk lebih lanjut melalui sarana persembahyangan dan lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Makna penting lainnya dari mimpi sembahyang ke pura adalah petunjuk dari para leluhur (Sang Leluhur) untuk menyelesaikan kewajiban spiritual yang pernah dijanjikan di masa lalu. Janji atau nazar spiritual ini dikenal dengan istilah sesangi—yakni ‘hutang’ spiritual yang pernah diucapkan oleh leluhur atau diri sendiri namun belum sempat ditunaikan/dikeluarkan (ditepati).
Petunjuk ini dikirimkan melalui alam mimpi agar keturunannya dapat membantu menuntaskan sesangi tersebut. Pemenuhan kewajiban ini sangat penting untuk memberikan ketenangan bagi alam leluhur serta menghindarkan keluarga yang ditinggalkan dari ketidakharmonisan atau petaka spiritual.
Guna memperoleh kepastian dan keheningan batin atas petunjuk mimpi tersebut, umat imbau untuk senantiasa mendekatkan diri, berdoa, dan memohon petunjuk di merajan/sanggah keluarga. (Kab/Red).