Badung Selatan Defisit Air Bersih Imbas Lonjakan Wisata, Pemkab Wacanakan Olah Air Laut

Kawasan megah pantai Nusa Dua yang berada di Badung wilayah selatan. foto ist / kabarbali.id
Preferensi Google

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung terus memacu berbagai langkah strategis untuk mengatasi krisis ketersediaan air bersih di kawasan Badung bagian selatan. Langkah tersebut diambil menyusul kondisi topografi wilayah yang menjadi pusat akomodasi pariwisata utama tersebut saat ini mengalami defisit pasokan air baku.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengungkapkan bahwa pesatnya pembangunan infrastruktur serta masifnya pertumbuhan ekonomi di Badung Selatan berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan air bersih, baik untuk pemukiman warga maupun industri pariwisata.

“Kita tahu kondisi Badung Selatan sebagai daerah pusat akomodasi di Badung ini yang dikaitkan dengan kondisinya daerahnya secara topografi memang kelihatan defisit terhadap ketersediaan air. Maka mau tidak mau kami konsen mempersiapkan air bersih di sana,” ujar Adi Arnawa.

Kucurkan Penyertaan Modal Rp 150 Miliar dan Perluasan Jaringan Pipa

Sebagai langkah konkret, Pemkab Badung bersama DPRD Kabupaten Badung telah menyepakati alokasi dana penyertaan modal daerah secara bertahap dengan total sebesar Rp150 miliar hingga Tahun Anggaran 2029 kepada Perumdam Tirta Mangutama Badung. Pada tahap awal dalam APBD TA 2027, anggaran dialokasikan sebesar Rp37 miliar.

Dana penyertaan modal tersebut diprioritaskan untuk mempercepat pembangunan dan perluasan jaringan pipa penyaluran air baku agar dapat dijangkau secara maksimal hingga ke wilayah selatan.

“Oleh karena itulah maka kita harus segera bergerak secara paralel juga menyiapkan air baku tadi. Sekarang sudah kita dorong, termasuk dengan penyertaan modal ini dalam rangka pemasangan jaringan pipa untuk mendapatkan air yang kita dorong ke selatan. Saya yakin secara bertahap persoalan air di Badung Selatan ini pasti bisa diatasi, asal masyarakat sabar,” jelasnya.

Diversifikasi Sumber Air: Terapkan MBR hingga Kajian SWRO

Selain memperluas jaringan pipa, Pemkab Badung mendorong diversifikasi sumber air baku agar penyediaan air tidak terus-menerus bergantung pada air permukaan. Perumdam Tirta Mangutama kini didorong memanfaatkan teknologi pengolahan air permukaan terkini, yakni Membrane Bioreactor (MBR), serta mengkaji opsi pengolahan air laut menjadi air bersih melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

“Memang sekarang ini masih terpaku pada air permukaan, tapi ke depan PDAM Badung sudah melakukan langkah-langkah secara paralel mendorong penerapan pemanfaatan air laut dengan SWRO. Mereka juga meminimalisir kendala dengan menerapkan MBR untuk memanfaatkan semaksimal mungkin air permukaan yang ada,” tambah Adi Arnawa.

Target Optimal 2027 dan Ancaman Evaluasi Direksi

Program penanganan krisis air bersih ini dipastikan membutuhkan proses dan akan dipantau secara berkala. Pemkab Badung mematok target agar dampak dan hasil pengolahan air bersih tersebut sudah dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat pada tahun 2027.

Bupati Adi Arnawa menegaskan tidak akan segan-segan melakukan evaluasi total terhadap jajaran direksi Perumdam Tirta Mangutama apabila pelaksanaan proyek strategis ini gagal mencapai target yang diharapkan.

“Mudah-mudahan 2027 itu kelihatan hasilnya kalau ini sudah berjalan optimal. Kalau seandainya ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi, mungkin di situ saya akan evaluasi kembali direksi,” tegasnya. (Eka-Kab).

kabar Lainnya