

BADUNG, KABARBALI.ID – Tim SAR gabungan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) pada hari pertama pencarian dua orang korban tertimbun longsor di kawasan penginapan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Senin (2/11/2026).
Meskipun upaya penyisiran telah dimaksimalkan dengan bantuan anjing pelacak K9, hingga sore hari pencarian masih belum membuahkan hasil (nihil).
“Sementara saat ini masih nihil pencarian, dan untuk hari ini kami melaksanakan penyemprotan karena material dan dicurigai korban tertimbun di sana,” ujar Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Wirajaya.
Sebagai strategi pembersihan, petugas melakukan penyemprotan material longsor menggunakan mesin pompa air milik BPBD Badung. Langkah ini diambil tidak hanya untuk mencari keberadaan korban, tetapi juga membersihkan sisa reruntuhan agar area pencarian pada hari kedua lebih bersih dan terfokus.
Selain fokus membersihkan timbunan lumpur di sekitar lokasi kejadian, tim SAR juga memperluas area penyisiran hingga ke aliran sungai dan bendungan terdekat. Wirajaya menjelaskan bahwa pembersihan material ini penting agar pada hari kedua tim dapat langsung memfokuskan pencarian ke jalur sungai.
Dalam operasi hari pertama ini, petugas menghadapi kendala teknis di lapangan. Banyaknya material longsor yang terbawa arus hingga ke dasar sungai berbatu serta akses jalan yang sempit membuat alat berat berupa excavator tidak dapat diturunkan langsung ke titik reruntuhan utama.
Kendati korban belum ditemukan, tim SAR di lapangan berhasil menemukan sejumlah barang yang terbawa arus sekitar 200 meter dari arah hulu bendungan. Barang-barang tersebut meliputi satu unit telepon genggam (handphone), tiga buah kasur, serta satu pasang sepatu kain. Kendati demikian, petugas belum dapat memastikan apakah temuan barang tersebut merupakan milik korban yang hilang.
Bencana longsor yang menerjang Pelaga Eco Park terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA, dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi sejak sore hari. Peristiwa tragis ini melenyapkan satu bangunan penginapan serta merusak bangunan lainnya.
Sebanyak 21 tamu berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara itu, dua orang korban yang masih dalam proses pencarian intensif telah teridentifikasi, yakni seorang WNI bernama Bangkit Mubarok (27) serta seorang WNA laki-laki berusia sekitar 40 tahun yang identitas lengkapnya masih dalam penyelidikan.
Operasi SAR lanjutan akan kembali dilanjutkan pada hari kedua dengan memperkuat penyisiran di sepanjang aliran sungai dan pembersihan sisa material longsor. (Gus-Kab).