Inflasi Bali 2,99 Persen, TPID dan Satgas Pangan Plototin Stok Bumbu Dapur hingga Gas Melon

Sekda Bali Dewa Made Indra pimpin HLM TPID Provinsi Bali

DENPASAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Galungan pada 17 Juni dan Kuningan pada 27 Juni 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperketat pengawasan pasokan bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun modern.

Langkah taktis tersebut ditegaskan Dewa Indra saat memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Rabu (10/6/2026). Pengawasan hulu hingga hilir ini menyasar komoditas pangan pokok, daging, bumbu dapur, sarana upakara (banten dan penjor), hingga pasokan LPG 3 kilogram.

Dewa Indra menekankan bahwa pemantauan intensif wajib dipertahankan hingga beberapa hari pasca-Hari Raya Kuningan. Hal ini krusial untuk menjaga psikologis pasar dan mencegah munculnya isu kelangkaan yang bisa memicu tindakan borong oleh konsumen.

“Kita wajib menginformasikan secara luas bahwa ketersediaan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Dengan demikian, masyarakat tidak melakukan panic buying yang berpotensi menimbulkan penimbunan dan kelangkaan barang di lapangan,” tegas Dewa Made Indra, Rabu (10/6).

Skema Subsidi Silang Lintas Kabupaten/Kota

Guna menjamin kelancaran distribusi, TPID Bali menerapkan strategi pemenuhan logistik berbasis interkoneksi antar-daerah. Jika sebuah kabupaten mengalami defisit stok komoditas tertentu, maka kekurangan tersebut akan langsung disuplai dari wilayah tetangga yang mengalami surplus produksi.

Sekda Dewa Indra memberikan contoh konkret bagaimana potensi surplus pertanian di Bali Utara dapat dioptimalkan untuk menyeimbangkan pasar di daerah lain:

• Stok Cabai Buleleng: Tersedia 76,48 ton (Kebutuhan hanya 5,34 ton).

• Stok Bawang Merah Buleleng: Tersedia 145,93 ton (Kebutuhan hanya 5,93 ton).

• Stok Bawang Putih Buleleng: Tersedia 191,42 ton (Kebutuhan hanya 9,52 ton).

“Kelebihan stok ini dapat dikolaborasikan dengan kabupaten lain yang mengalami kekurangan sehingga distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelas birokrat asal Pemuteran, Buleleng ini.

Tekan Inflasi dan Sikat Pengoplos Gas Melon

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Achris Sarwani, memaparkan bahwa hingga posisi Mei 2026, tingkat inflasi di Pulau Dewata masih terjaga di angka 2,99 persen.

Menurut Achris, ketimpangan pasokan antar-wilayah menjadi salah satu pemicu fluktuasi harga. Oleh sebab itu, pengawasan ketat di lapangan terhadap barang penentu inflasi (volatile foods) seperti beras, cabai, gula pasir, hingga daging harus terus dipelototi.

Di sisi penegakan hukum, Satgas Pangan Polda Bali memastikan tidak akan segan-segan menindak agen nakal atau spekulan yang memanfaatkan momentum hari raya untuk mencari keuntungan tidak sah. Selain menggandeng Pemda untuk menggelar pasar murah, kepolisian juga berfokus memberantas praktik pengoplosan LPG subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi yang kerap merugikan masyarakat kecil. (Rls-Kab).

kabar Lainnya