Kompak Urunan Lintas Partai, Komisi I DPRD Bangli Serahkan Dana Punia ke Pura Ulundanu Batur

Penyerahan punia di kawasan Pura Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli. Komisi I DPRD Bangli menyerahkan dana punia hasil urunan lintas parpol serangkaian Karya Panca Wali Krama, Minggu (27/9/2026). (Foto: Dok. kabarbali.id)

BANGLI, KABARBALI.ID – Jajaran Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli menunjukkan wujud kebersamaan dan kepedulian spiritual dengan menyerahkan dana punia serangkaian pelaksanaan Karya Panca Wali Krama di Pura Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu (27/9/2026).

Penyerahan bantuan suci ini tidak hanya menjadi wujud yadnya, tetapi juga cerminan keharmonisan internal lintas partai di tubuh komisi.

Ketua Komisi I DPRD Bangli, Satria Yudha, menjelaskan bahwa dana punia sebesar Rp 5 juta tersebut merupakan hasil urunan sukarela dari sembilan anggota yang bernaung di Komisi I. Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa esensi dari penyerahan tersebut terletak pada ketulusan dan semangat kebersamaan, bukan pada besaran nominalnya.

“Jangan dilihat dari nominalnya, tapi ini sebagai bentuk kebersamaan kami,” ujar Yudha, Kamis (1/10/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh anggota dari berbagai latar belakang partai politik yang berbeda menjadi sarana efektif dalam merawat komunikasi dan soliditas di internal komisi. Menurutnya, hubungan yang cair dan harmonis antaranggota sangat membantu kelancaran tugas-tugas pengawasan dan legislasi di lembaga dewan.

“Ini juga sebagai bentuk menjaga komunikasi di internal yang beranggotakan dari berbagai warna,” ungkap politisi asal Banjar Tanggahan Peken, Susut, Bangli tersebut.

“Nilai kebersamaan biar terjalin dengan begitu akan lebih mudah menjalankan fungsi kami di DPRD,” tegasnya menambahkan.

Selain aksi punia ke tempat ibadah, Komisi I DPRD Bangli selama ini juga konsisten mengelola dana suka duka secara internal. Kas mandiri tersebut difungsikan untuk saling membantu antaranggota apabila menghadapi situasi darurat, seperti saat mengalami sakit hingga harus menjalani rawat inap.

“Saya yakin teman-teman tidak melihat besarnya, tapi nilai kebersamaan antar anggota Komisi I,” pungkas Yudha. (Sam-Kab).

kabar Lainnya