Kunjungan Wisatawan ke Badung Tembus 1,5 Juta, Pariwisata Bali Makin Bergairah

Jumlah kunjungan wisatawan ke Badung mencapai 1,5 juta orang pada triwulan I 2026

BADUNG, KABARBALI.ID – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung pada triwulan pertama tahun 2026 menembus angka 1,5 juta orang. Capaian tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan peningkatan jumlah wisatawan ini menunjukkan tren positif perkembangan sektor pariwisata di Badung dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada triwulan pertama tahun 2026 ini jumlah kunjungan mencapai 1,5 juta lebih, sementara tahun lalu di periode yang sama ada di angka 1,4 juta lebih. Sesuai data statistik Provinsi Bali, ada kenaikan jumlah kunjungan sekitar 16 ribu orang lebih pada awal tahun ini,” kata Adi Arnawa, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan ke Badung terus mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 6,3 juta kunjungan, kemudian meningkat menjadi 7,1 juta wisatawan pada 2025.

Menurut Adi Arnawa, tren positif tersebut harus terus dijaga karena sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus mendorong minat investor untuk menanamkan modal di Badung.

“Tahun 2026 jumlah kunjungan di awal tahun tercatat terus meningkat, jadi kondisi ini benar-benar harus kita pertahankan. Kita jaga terus karena perkembangan pariwisata ini menunjang perekonomian daerah dan menarik minat para penanam modal untuk berinvestasi,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Badung meminta para pelaku usaha pariwisata ikut berperan aktif menangani persoalan sampah dan kemacetan yang masih menjadi tantangan utama destinasi wisata di Bali.

Adi Arnawa menyoroti tingginya kontribusi sektor hotel dan restoran terhadap produksi sampah di kawasan wisata.

“Saya minta pelaku pariwisata ikut andil dalam pengolahan sampah karena 41 persen sumber sampah itu berasal dari hotel dan restoran. Kita harus benar-benar menjaga kawasan destinasi kita dari ancaman sampah agar wisatawan tetap melirik Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, mengungkapkan pihaknya kini mulai memperluas promosi wisata ke wilayah Badung Utara melalui pengembangan desa wisata dan agrowisata.

Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi pemerataan kunjungan wisatawan agar tidak hanya terpusat di kawasan Badung Selatan.

“Kita mulai kenalkan wilayah utara sebagai destinasi agrowisata dan mempromosikan kembali sejumlah desa wisata di sana. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi semua pemangku kepentingan untuk bersinergi mendorong kemajuan sektor ini,” ungkap Putri Mas Agung.

Ia menambahkan, desa wisata kini diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan pariwisata berkualitas berbasis budaya dan kearifan lokal.

Penguatan desa wisata dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan daya tarik wisata secara berkelanjutan.

“Kami percaya pariwisata berkualitas itu akarnya ada di desa, sehingga desa wisata bukan lagi sekadar pelengkap tapi menjadi kekuatan utama budaya lokal,” pungkasnya. (Gus-Kab).

kabar Lainnya