Tragedi KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Diduga Dipicu Truk Box – Jumlah Penumpang Beda dengan Manifest

Para korban saat dievakuasi di Pelabuhan padang bai., Rabu (12/8/2026). foto kabarbali.id

DENPASAR, KABARBALI.ID – Berdasarkan data resmi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar yang dirilis melalui Basarnas Denpasar, terkait insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin.

Di perairan Selat Lombok, tepatnya di sekitar Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) dinihari.

Kapal jenis Ro-Ro berukuran 1.790 GT milik PT Jembatan Nusantara (JEMLA) tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran rutin dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat.

Sesuai data yang dihimpun Lanal Denpasar, total jiwa yang berada di atas kapal mencapai 212 orang, terdiri dari 187 penumpang dan 25 orang awak/petugas kapal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 211 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 1 orang penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal dunia teridentifikasi bernama Indah Dwi Septiani (20), seorang perempuan asal Kompleks Asrama Brimob Gatep, Kelurahan Ampenan Selatan, Kota Mataram.

Kebakaran dari Truk Box

Berdasarkan laporan kronologis Lanal Denpasar, KMP Putri Yasmin bertolak dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Api pertama kali terdeteksi pada pukul 04.15 WITA di koordinat 8°43’12.37″S – 115°47’35.93″E. Sumber kebakaran diduga berasal dari 1 unit truk box yang terparkir di dalam dek kendaraan.

Proses penanganan dan evakuasi dilakukan secara masif oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan KN SAR 220 Mataram, KAL Lembar, Kapal Patroli Polairud Polda NTB, unsur Basarnas Denpasar (KN Arjuna), KMP Portlink II, KMP Parama Kaliani, hingga sejumlah kapal yacht milik warga negara asing (WNA) yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Evakuasi dilakukan secara bertahap menuju Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai Bali. KMP Portlink II sempat mengevakuasi 35 korban menuju Bali, di mana 20 orang di antaranya kemudian kembali menyeberang menuju Lembar, sedangkan 15 orang memilih bertahan di Bali.

Manifes Tidak Sesuai

Lanal Denpasar juga mencatat adanya selisih data penumpang sebanyak 56 orang antara manifest resmi (131 orang) dengan data real di lapangan (187 orang).

Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh penumpang ikutan atau pengemudi/kernet truk yang tidak terdata secara rinci dalam manifes awal.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi bersama jajaran Forkopimda NTB dan unsur maritim turut meninjau langsung kondisi para korban di Pelabuhan Lembar pada Rabu sore.

Seluruh proses evakuasi resmi dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan lancar pada pukul 19.00 WITA. Investigasi penyebab pasti kebakaran selanjutnya akan ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama KSOP Lembar. (Kab-Red).

Ringkasan Data Lanal Denpasar

kabar Lainnya